Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Beras untuk Jaga Inflasi Jelang Lebaran

Pemerintah Siapkan Diskon Transportasi hingga Bansos Beras untuk Jaga Inflasi Jelang Lebaran

Terkini | inews | Kamis, 29 Januari 2026 - 13:58
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pemerintah terus memperkuat langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas harga pangan dan logistik menjelang Idulfitri 1447 H/Lebaran 2026. 

Dalam rapat koordinasi tingkat tinggi yang digelar hari ini, pemerintah menetapkan target inflasi tetap terkendali sesuai koridor APBN, yakni pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Airlangga menuturkan, fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan gejolak harga pangan (volatile food), khususnya komoditas pokok, agar tetap berada di level yang wajar.

"Pemerintah terus menjaga agar inflasi sesuai dengan target dalam APBN yaitu 2,5 plus minus 1 persen. Dan kedua, pemerintah tadi melihat volatile food, terutama makanan untuk terus kita jaga di kisaran 3 sampai dengan 5 persen," ujar Airlangga di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Sebagai bagian dari persiapan menyambut musim mudik dan Lebaran, pemerintah telah menyusun rangkaian program insentif untuk meringankan beban masyarakat. Program ini mencakup pemotongan tarif transportasi hingga penyaluran bantuan sosial.

"Menjelang hari raya lebaran nanti, beberapa program telah dipersiapkan termasuk untuk diskon transportasi, baik itu pesawat, kereta api, angkutan laut, angkutan darat, dan juga jalan tol itu sudah dipersiapkan. Demikian pula untuk bantuan sosial, baik itu beras maupun minyak kita sudah disiapkan juga," kata Airlangga.

Guna mengantisipasi kelangkaan stok di sejumlah daerah, Airlangga menekankan pentingnya kelancaran distribusi logistik dan pengadaan pasokan pangan, terutama untuk komoditas beras, bawang merah, dan bawang putih. Pemerintah daerah didorong untuk aktif melakukan kerja sama antardaerah (surplus ke defisit).

"Mendorong agar koordinasi antara daerah dan pusat terus dijaga, terutama untuk pengadaan pasokan pangan antar waktu dan antarwilayah, logistik pangan dengan fasilitasi antar wilayah dari daerah surplus ke daerah yang membutuhkan. Kemudian juga pemerintah terus menjaga administered price terhadap berbagai pihak pangan," tuturnya.

Selain itu, Airlangga menyebutkan bahwa dukungan infrastruktur logistik di daerah mulai menunjukkan hasil positif dengan tren inflasi yang perlahan menurun di wilayah-wilayah tersebut.

Pemerintah dijadwalkan akan kembali menggelar rapat koordinasi inflasi pada bulan Juni mendatang untuk mengevaluasi efektivitas kebijakan pasca-Lebaran.

Pertemuan yang dikemas dalam agenda sarapan pagi koordinasi ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kementerian dan lembaga kunci, antara lain Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM/CEO Danantara Rosan Roeslani dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Topik Menarik