Pernyataan Lengkap Dokter Rizki yang Menyatakan Lula Lahfah Meninggal Dunia, Fakta Mengejutkan Terungkap! 

Pernyataan Lengkap Dokter Rizki yang Menyatakan Lula Lahfah Meninggal Dunia, Fakta Mengejutkan Terungkap! 

Terkini | inews | Jum'at, 30 Januari 2026 - 17:30
share

JAKARTA, iNews.id - Kematian selebgram Lula Lahfah menemui titik terang. Fakta soal surat kematian yang diterbitkan di Depok padahal TKP meninggalnya Lula Lahfah di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, akhirnya terungkap. 

Informasi ini disampaikan dokter yang memeriksa langsung jenazah Lula Lahfah pada Jumat, 23 Januari 2026 yaitu Dokter Rizki Nirwandhi Putra dari Mardhiyah Medical Clinic. Seperti apa pernyataan lengkapnya? Berikut beritanya. 

Klarifikasi Dokter yang Menyatakan Lula Lahfah Meninggal Dunia

Dalam pernyataannya, dr Rizki mengawali pernyataanya dengan menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Lula Lahfah. Lalu, dia mulai mengklarifikasi isu yang beredar. 

"Izinkan saya di sini mengklarifikasi isu-isu yang beredar. Sebelumnya saya menghormati proses yang berjalan di kepolisian, sehingga saya menahan diri untuk menyampaikan informasi apa pun terkait dengan kematian Lula Lahfah," kata dr Rizki dalam sesi konferensi pers di Polres Jakarta Selatan, hari ini, Jumat (30/1/2026). 

Dokter Rizki menjelaskan detail peristiwa yang terjadi di hari kematian Lula Lahfah. 

"Pada 23 Januari 2026 sekitar pukul 18.50 WIB, salah satu rekan almarhumah menghubungi saya untuk meminta saya berkunjung melakukan pemeriksaan medis secara home care di apartemen kawasan Dharmawangsa," kata dr Rizki. 

"Atas dasar permintaan beliau, saya hadir dalam waktu 20 menit, dan bertepatan saya datang, hadir rekan dan pasangan almarhumah. Kami naik bersama-sama," tambahnya. 

Mereka naik ke lantai 25 tempat Lula Lahfah tinggal di apartemen tersebut. Di lokasi, kata dr Rizki, sudah ada tim kepolisian dan rekan-rekan kepolisian. Segera dr Rizki diminta untuk melakukan pemeriksaan. 

"Saya diminta segera melakukan pemeriksaan. Kondisi almarhumah sudah tidak sadar, saya melakukan pemeriksaan denyut nadi, denyut jantung, kemudian melihat pergerakan dinding napas. Lalu melakukan pemeriksaan tensi, cek suhu, dan tanda vital lainnya," ungkap dr Rizki. 

"Pada saat itu, saya tidak berhasil meraba nadi dan tidak melihat pergerakan dinding dadanya. Itu tanda pasti kematian, sehingga pada saat itu juga, setelah saya melakukan serangkaian pemeriksaan, saya menyimpulkan bahwa almarhumah Lula Lahfah telah tiada pada pukul 19.20 WIB. Ini mengaku pada jam yang saya pakai," sambungnya. 

Dia melanjutkan, "Setelah saya menyatakan almarhumah telah tiada, bagaimana SOP yang berlaku di klinik saya, surat izin praktik saya berasal dari salah satu klinik di depok yaitu Mardhiyah Medical Clinic, maka adalah kewajiban saya mendokumentasikan temuan pemeriksaan saya dan membuat kesimpulan sementara, dugaan diagnosa saya dalam bentuk surat." 

"Kalau sehat, maka resum medis, kalau meninggal dunia surat kematian. Saya kirimkan file tersebut ke rekan LL dalam bentuk pdf guna pengurusan pemakaman oleh pihak keluarga," sambungnya. 

Setelah itu, dr Rizki mengaku meninggalkan tempat (TKP) dan setelahnya masih harus menunggu proses identifikasi dan melanjutkan prosesnya, yaitu visum dan rencana autopsi yang direncanakan RS Fatmawati. Setelah itu, dr Rizki tidak mendampingi lagi. 

Di kesempatan yang sama, dr Rizki menegaskan sekali lagi soal surat medis yang dikeluarkan di Depok, tapi TKP meninggalnya Lula Lahfah ada di Jakarta Selatan. 

"(Saya dihubungi melalui) Jasa layanan home care. Saya langsung memeriksa ke rumahnya, tapi karena saya praktiknya di Mardhiyah Medical Clinic di Depok, makanya kop suratnya ada alamat Depok," ungkap dr Rizki.

Topik Menarik