Prabowo Serukan Program Gentengisasi, Targetkan RI Bebas Atap Seng dalam 3 Tahun

Prabowo Serukan Program Gentengisasi, Targetkan RI Bebas Atap Seng dalam 3 Tahun

Terkini | inews | Senin, 2 Februari 2026 - 13:42
share

BOGOR, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program gentengisasi sebagai upaya mempercantik estetika permukiman sekaligus meningkatkan kenyamanan hunian rakyat di seluruh pelosok negeri. Dia menargetkan Indonesia bebas dari atap seng dalam tiga tahun lewat program ini.

Program ini diungkapkan Prabowo dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). Proyek gentengisasi merupakan pilar utama dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti kondisi permukiman di perkotaan hingga pedesaan yang didominasi atap seng. Dia menilai penggunaan atap itu tidak ideal bagi penghuni.

"Salah satu dalam rangka indah, saya lihat saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng," ujar Prabowo.

Dia juga menyinggung ketergantungan terhadap industri aluminium dan mendorong alternatif materiel yang lebih sesuai dengan kondisi Indonesia.

"Maaf, saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya. Maaf, bikin yang lain-lain, deh," tutur dia.

Prabowo menegaskan keinginan agar seluruh rumah di Indonesia menggunakan genteng sebagai atap utama. Gagasan tersebut kemudian dinamainya sebagai proyek gentengisasi nasional. 

Untuk mendukung program ini, kata dia, Koperasi Merah Putih akan dilengkapi dengan fasilitas produksi genteng.

"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti Koperasi-Koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat," kata Prabowo.

Saat penjelasan berlangsung, layar utama di panggung menampilkan perbandingan visual kondisi rumah sebelum dan sesudah gentengisasi. Prabowo pun mengajak para kepala daerah untuk turut berpartisipasi aktif memperindah wilayah masing-masing.

"Ini serius ya. Bupati, wali kota yang tidak mau kotanya indah terserah, yang mau ayo bersama kita bikin kotamu indah, bikin kecamatanmu indah, bikin desamu indah. Bagaimana?" ujar Prabowo.

Prabowo juga menyinggung penggunaan materiel atap tradisional pada masa lalu seperti rumbia dan ijuk yang dinilai lebih sejuk dan ramah lingkungan. Dia kembali menegaskan penolakannya terhadap penggunaan seng yang mudah berkarat.

"Saya mengajak ini sangat penting, turis dari luar untuk apa dia datang melihat seng berkarat. Karat itu lambang degenerasi. Saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan lambang kebangkitan. Indonesia bangkit, Indonesia harus kuat, Indonesia harus indah, rakyat kita harus bahagia," ujar Prabowo.

Topik Menarik