Jusuf Kalla Sebut Faktor Kemiskinan Picu Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT

Jusuf Kalla Sebut Faktor Kemiskinan Picu Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada NTT

Nasional | inews | Jum'at, 6 Februari 2026 - 15:03
share

SURABAYA, iNews.id - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla menilai faktor ekonomi dan kemiskinan menjadi penyebab utama kasus siswa SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa sekolah dasar.

Kejadian tragis ini diketahui menimpa YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi gantung diri di kebun milik neneknya.

JK menyampaikan pandangannya usai menghadiri Sidang Paripurna Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Jumat (6/2/2026). Dia menyebut persoalan kemiskinan masih menjadi masalah serius di Indonesia.

Menurut Jusuf Kalla, faktor ekonomi kerap menjadi pemicu berbagai persoalan sosial, termasuk peristiwa siswa SD Ngada bunuh diri yang terjadi di Nusa Tenggara Timur.

“Kejadian seperti ini sudah banyak dibicarkan. Di Indonesia ini, kemiskinan harus kita atasi karena itu akibat kemiskinan,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).

Meski tidak banyak memberikan komentar, JK mengakui isu kemiskinan selalu menjadi pembahasan dan perhatian pemerintah. Dia menilai upaya pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terulang.

Diketahui, korban siswa SD Ngada bunuh diri ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026) siang. Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh dekat pondok sederhana tempat dia tinggal bersama sang nenek.

Sebelum kejadian siswa SD Ngada bunuh diri, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pulpen. Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban. Surat tersebut menggunakan bahasa daerah Ngada dan berisi pesan perpisahan yang ditujukan kepada ibunya.

Kasus siswa SD bunuh diri ini menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi sorotan serius terkait dampak kemiskinan terhadap kondisi psikologis anak di daerah.

Topik Menarik