Gedung MUI 40 Lantai di Bundaran HI akan Dibangun dari Nol, Berapa Anggarannya?
JAKARTA, iNews.id - Pemerintah bakal membangun gedung baru Majelis Ulama Indonesia (MUI) setinggi 40 lantai di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Proyek itu dikerjakan di atas lahan eks Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris seluas 4.000 meter.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah belum menetapkan besaran anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut. Sebab, proyek itu masih dalam tahap tahap perencanaan dan desain.
"Anggarannya? Belum, belum. Kalau angkanya belum. Kan baru proses desain," ujar Prasetyo di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Prasetyo menjelaskan pemerintah masih memiliki beberapa opsi pos anggaran untuk membiayai proyek tersebut. Dia menyebut pendanaan bisa melalui Kementerian Agama (Kemenag) maupun skema lain.
"Kalau itu kan masalah cara menyalurkan aja. Bisa dari lewat Kemenag, bisa enggak lewat Kemenag, juga bisa," tutur dia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan telah menyiapkan lahan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk pembangunan gedung MUI dan lembaga-lembaga umat Islam.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimatnya pada acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI Masa Khidmat 2025–2030 di Masjid Istiqlal, Jakarta.
"Saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya telah menyediakan lahan di depan Bundaran HI sebesar kurang lebih 4.000 meter untuk gedung bagi MUI dan bagi badan-badan umat Islam seperti Badan Zakat Nasional dan lembaga-lembaga lain," kata Prabowo.
Prabowo pun mengatakan gedung tersebut nantinya bisa dimanfaatkan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang membutuhkan ruang.
"Termasuk ormas-ormas Islam yang membutuhkan ruangan, kita akan bangun gedung. Terserah Menteri Agama, berapa puluh lantai. Rencananya berapa? 40 lantai," paparnya.










