Istana: Indonesia akan Kirim 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza

Istana: Indonesia akan Kirim 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza

Terkini | inews | Selasa, 10 Februari 2026 - 18:49
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pemerintah Indonesia berencana mengirim pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Pasukan itu terdiri dari sekitar 8.000 prajurit TNI.

"Ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000," kata Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dia mengatakan pasukan tersebut masih disiapkan. 

"Kita baru mempersiapkan diri waktu-waktu sudah dicapai kesepakatan, dan kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen Itu akan kita lakukan," ujarnya.

Lebih lanjut, Prasetyo menegaskan komitmen Indonesia yang akan terus membantu perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka.

"Makanya kemudian kita, Indonesia beserta dengan tujuh negara muslim yang lain, memutuskan untuk bergabung di Board of Peace tersebut setidaknya kita berharap akan mengurangi mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita mengatakan pihaknya belum menentukan jumlah personel yang akan dikirim ke wilayah konflik. Menurutnya, jumlah personel yang diberangkatkan akan diputuskan akhir Februari 2026.

"Nanti mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan Februari ini akan diputuskan berapa TNI nanti yang akan berkontribusi secara jumlah pasukan," ujar Tandyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).

Dia memastikan prajurit yang terpilih merupakan personel yang punya pengalaman tugas ke Gaza. Menurut dia, TNI pernah mengirim personel ke Gaza pada 2008 silam.

"Saya kira kita udah punya pengalaman ya, ada Unifil yang pernah ke sana, satuan-satuan yang pernah dikirim ke sana, inilah nanti yang akan kita rekrut. Jadi bukan satuan-satuan yang belum pernah tugas ke sana," kata Tandyo.

Lebih lanjut, Tandyo berkata TNI  telah menyiapkan sejumlah opsi agar bisa berpartisipasi aktif untuk mewujudkan perdamaian di Gaza. Namun, dia tak bisa mengungkapkan secara detail sebelum ada keputusan Prabowo.

"Secara pastinya menunggu keputusan dari, akhir bulan inilah yang nanti akan ditandatangani langsung oleh Bapak Presiden," ujar Tandyo.

Topik Menarik