Prabowo: Kita Punya Cita-Cita Tinggi RI Jadi Negara Maju, tapi Juga Realistis

Prabowo: Kita Punya Cita-Cita Tinggi RI Jadi Negara Maju, tapi Juga Realistis

Terkini | inews | Jum'at, 13 Februari 2026 - 15:52
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan tugas utama negara dan pemerintah adalah menghadirkan kehidupan yang lebih baik dan layak bagi seluruh rakyat. Dia menuturkan Indonesia memiliki cita-cita menjadi negara maju, namun tetap berpijak pada realitas.

“Saya mengajak kita untuk realistis. Kita selalu mengatakan kita ingin jadi negara yang maju. Benar, kita ingin menjadi negara maju. Tapi jangan kita berpretensi kita mau mencapai tingkatan yang sama dengan negara-negara yang sudah ratusan tahun sebelum kita mencapai tingkat teknologi dan industri yang sangat maju,” ujar Prabowo saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026). 

Menurut Prabowo, Indonesia harus memiliki cita-cita tinggi yang dibarengi dengan sikap realistis. Fokus utama, lanjutnya, adalah menjaga dan mengelola seluruh kekayaan serta sumber daya alam negara untuk memakmurkan rakyat.

“Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara dan mempergunakannya sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia,” ucap dia.
 
Prabowo mengatakan perjalanan pembangunan suatu bangsa dibutuhkan stamina, ketahanan, kesabaran, keteguhan hati, semangat tidak menyerah, dan juga dibutuhkan keberanian.

Dia mengibaratkan pembangunan bangsa sebagai perjalanan jauh atau longmarch yang dimulai dari satu langkah. Dia juga menyampaikan rasa syukur atas fondasi kuat yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa, yang mewariskan persatuan dalam keberagaman.

“Kita bersyukur pendiri-pendiri bangsa kita, pejuang-pejuang bangsa kita mewariskan kepada kita satu nusa, satu bahasa, satu kebangsaan. Kita bersyukur bahwa kita majemuk, kita terdiri dari berbagai ratusan kelompok etnis, kita terdiri dari ras-ras yang berbeda, kita terdiri dari penduduk yang punya agama-agama besar yang berbeda, tapi kita bisa bersatu,” katanya.

Topik Menarik