Kemenkes Ungkap Kasus Campak Mulai Menurun, Ini Data Terbaru!

Kemenkes Ungkap Kasus Campak Mulai Menurun, Ini Data Terbaru!

Terkini | inews | Jum'at, 6 Maret 2026 - 15:46
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa kasus campak di Indonesia mulai menurun. Tren menurun ini terjadi mulai Februari 2026. 

Kemenkes tak menampik bahwa pada Januari 2026 kasus campak melonjak drastis. Namun, berkat cakupan imunisasi yang terus membaik dan upaya pencegahan yang masif, kasus campak mulai melandai sekarang.

"Tren kasus dan suspek campak meningkat pada Januari dan kemudian mulai menurun sepanjang Februari tahun 2026," ujar Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes, dr Andi Saguni, dalam konferensi pers melalui virtual pada Jumat (6/3/2026). 

Berdasarkan data Kemenkes, hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat ada 45 Kejadian Luar Biasa (KLB) di 29 kabupaten/kota yang tersebar di 11 provinsi. Meski jumlah suspek mencapai 10.453 kasus, dr Andi menegaskan secara keseluruhan tren mingguan menunjukkan arah yang positif. 

"Terjadi penambahan satu kasus meninggal dibanding dengan minggu ke-7, tapi secara keseluruhan, tren sudah menurun sampai dengan minggu ke-8," katanya. 

Hingga kini, pemerintah terus memantau pergerakan kasus di 11 provinsi terdampak, seperti Sumatera Utara, Jawa Barat, hingga Sulawesi Tengah, guna menekan angka penularan.

Dokter Andi tak menampik siklus campak memang cenderung meningkat pada 2025 silam. Namun, penanganan tahun ini dinilai lebih efektif dalam menekan angka penularan di bulan kedua. 

"Kasus di bulan Februari tahun 2026 ini relatif lebih rendah, ya, terutama jika dibanding tahun 2025, 2024, kemudian juga tahun 2023," jelasnya. 

Andi menambahkan, penurunan ini cukup konsisten di hampir seluruh wilayah yang sebelumnya melaporkan lonjakan kasus. Ia mencontohkan kondisi di beberapa provinsi besar yang mulai stabil. 

Meski demikian, pihak Kemenkes tetap meminta masyarakat waspada mengingat siklus tahunan menunjukkan potensi kenaikan kembali di akhir tahun jika imunisasi rutin tidak diperkuat. 

"Sumatera Barat minggu-minggu terakhir di tahun 2025 kasusnya meningkat, namun serupa dengan Sumatera Utara, pada tahun 2026 kasusnya mulai menurun sampai dengan minggu ke-8," tutupnya.

Topik Menarik