Kepala Bappisus: Presiden Prabowo All Out Antisipasi Dampak Perang AS-Israel Vs Iran

Kepala Bappisus: Presiden Prabowo All Out Antisipasi Dampak Perang AS-Israel Vs Iran

Terkini | inews | Selasa, 10 Maret 2026 - 16:56
share

JAKARTA, iNews.id - Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto mengatakan Presiden Prabowo Subianto mengantisipasi dampak perang Amerika-Serikat (AS) dan Israel melawan Iran secara sungguh-sungguh alias all out. Prabowo, kata dia, telah menggelar rapat bersama para menteri untuk membahas hal tersebut.

"Udah, udah diantisipasi ya dengan seluruh kementerian terkait. Kemarin Pak Presiden juga udah mengumpulkan semua, kita meeting all out setiap saat untuk bangsa dan negara," ujar Aris di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selata (10/3/2026).

Aris mengatakan kondisi saat ini baik-baik saja meski perang AS-Israel melawan Iran kian memanas. Dia memastikan ketersediaan pangan, energi, hingga bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman.

"Tapi pada prinsipnya kan semuanya baik-baik saja kan. Ya pangan udah tersedia, semuanya. Energi, BBM juga enggak usah khawatir ya. Semuanya stok ya, udah oke kan semuanya, tercukupi," ujar Aris.

"Enggak ada masalah lah, fundamental ekonomi Indonesia kan kuat. Udah disampaikan ke menteri-menteri yang lain kan. Saya rasa mungkin itu ya," imbuhnya.

Menurut Aris, pemerintah telah menghitung berbagai kemungkinan dampak dari dinamika global, termasuk konflik internasional di Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

"Oke, semuanya sudah dihitung ya. Pada prinsipnya ekonomi Indonesia kuat, enggak usah khawatir ya. Dengan adanya gejolak-gejolak perang antara Amerika, Israel, Iran itu. Semuanya sudah dihitung ya. Pada prinsipnya kita enggak usah khawatir lah. Semuanya lah," tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berada dalam posisi yang relatif aman dalam menghadapi potensi krisis global, khususnya dari sisi ketahanan pangan. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden di tengah situasi dunia yang saat ini diwarnai ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi.

Dalam acara Peresmian 218 Jembatan di berbagai wilayah Indonesia yang digelar secara virtual pada Senin (9/3/2026), Prabowo meyakinkan masyarakat di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah, Indonesia tidak perlu terlalu khawatir terhadap ketersediaan pangan.

“Banyak pihak akan mengalami kesulitan, tapi minimal kita aman dalam masalah pangan,” ujar dia.

Prabowo juga menyampaikan harapannya agar Indonesia ke depan tidak lagi bergantung pada impor BBM. Menurutnya, potensi sumber daya alam Indonesia seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu dapat diolah menjadi sumber energi alternatif yang mendukung kemandirian energi nasional.

Selain itu, Prabowo juga mencermati dinamika global yang berpotensi menyeret berbagai negara ke dalam situasi krisis. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kewaspadaan serta penguatan kemandirian nasional di berbagai sektor strategis.

“Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah,” jelas dia.

Topik Menarik