Dampak Serang Iran, AS Terpaksa Lepas Stok Minyak 172 Juta Barel
WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) terpaksa mengeluarkan stok minyaknya mulai pekan depan, imbas dari perang di Timur Tengah. Konflik yang berlangsung hampir 2 pekan berdampak besar bagi pasokan energi global.
Departemen Energi AS menyatakan akan melepas 172 juta barel stok minyak dari cadangan strategis akibat perang di Timur Tengah. Konflik sejak 28 Februari itu memukul perekonomian AS, terutama di bidang energi.
Harga bahan bakar minyak (BBM) melonjak drastis menjadi setidaknya 7 dolar AS per galon membuat marah warga.
Disebutkan, perilisan stok minyak tersebut membutuhkan waktu sekitar 120 hari untuk terdistribusikan berdasarkan level yang direncanakan.
Unggahan tersebut juga menuduh Iran memanipulasi dan mengancam keamanan energi AS dan negara-negara sekutunya dengan menutup akses Selat Hormuz.
Sebelumnya Penasihat Korps Garda Revousi Islam Iran (IRGC) Ibrahim Jabari mengatakan, penutupan Selat Hormuz bisa memukul perekonomian global, termasuk AS. Dia menuding AS sebagai negara yang rakus akan minyak dan menjadi pemicu eskalasi.
“Amerika Serikat rakus akan minyak. Beri tahu mereka bahwa kami sekarang telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal melewatinya,” kata Jabari.
Dia memperkirakan dampak penutupan jalur laut strategis itu bisa mendongkrak harga minyak dunia menjadi 200 dolar AS per barel, berpotensi mengguncang perekonomian AS.










