Antrean Truk Sampah di TPST Bantargebang Capai 7 Km, Warga Keluhkan Bau Busuk

Antrean Truk Sampah di TPST Bantargebang Capai 7 Km, Warga Keluhkan Bau Busuk

Terkini | inews | Jum'at, 13 Maret 2026 - 09:59
share

BEKASI, iNews.id - Ratusan truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengantre panjang untuk masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026). Antrean kendaraan bahkan mencapai lebih dari 7 kilometer hingga ke Jalan Raya Narogong.

Kondisi tersebut memicu kemacetan panjang di sekitar kawasan Bantargebang. Ekor antrean truk sampah terlihat hingga di depan Kantor Kecamatan Bantargebang.

Antrean panjang ini terjadi sejak 5 hari terakhir atau sejak Senin (9/3/2026). Situasi tersebut dipicu oleh longsornya tumpukan sampah di zona empat TPST Bantargebang sehingga proses pembuangan sampah harus dilakukan secara bergantian.

Selain menimbulkan kemacetan, kondisi tersebut juga dikeluhkan warga sekitar. Pasalnya, truk-truk yang mengangkut sampah mengeluarkan air lindi yang menetes ke jalan dan menimbulkan bau menyengat.

Jamal, warga Bantargebang, mengatakan antrean truk sampah tersebut sudah terjadi sejak malam hari dan menyebabkan arus kendaraan nyaris tidak bergerak.

"Dari semalam macetnya, antreannya sudah sangat panjang, sama sekali enggak jalan. Tentunya ini sangat mengganggu sekali, mulai dari keselamatan hingga lingkungan jadi bau dan banyak belatung," ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Dia menambahkan, warga mendapat informasi antrean terjadi akibat perbaikan pascalongsor di area TPST Bantargebang.

"Informasinya ada perbaikan karena longsor di TPA Bantargebang, tapi menurut saya harus ada solusi dari DKI. Harapannya ini secepatnya ditangani karena sangat mengganggu, baik keselamatan maupun lingkungan, sangat bau di sini," katanya.

Keluhan juga datang dari para sopir truk sampah yang harus menunggu berjam-jam untuk masuk ke area TPST.

Salah seorang sopir truk sampah, Andri, mengatakan panjang antrean diperkirakan mencapai lebih dari lima kilometer sehingga para pengemudi harus menunggu cukup lama.

"Macetnya ada kali lima kilometer lebih. Harapan kami dipercepatlah, kami antre berjam-jam," katanya.

Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup segera menemukan solusi atas penanganan longsor sampah di zona empat TPST Bantargebang agar antrean truk sampah tidak terus mengular dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Topik Menarik