Kemenkes Buka Suara soal Bude Wellness yang Klaim Herbal Bisa Obati TBC!

Kemenkes Buka Suara soal Bude Wellness yang Klaim Herbal Bisa Obati TBC!

Terkini | inews | Senin, 16 Maret 2026 - 16:32
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait viralnya influencer Bude Wellness yang mengklaim tanaman herbal bisa mencegah dan mengobati penyakit TBC. Apa tanggapan Kemenkes? 

Baru-baru ini viral di media sosial konten Bude Wellness yang mengklaim bahwa tanaman herbal bisa mencegah dan mengobati penyakit TBC. Tanaman herbal yang dimaksud salah satunya adalah jinten hitam. 

Faktanya, herbal hingga saat ini belum terbukti bisa mencegah apalagi mengobati penyakit TBC. Penggunaan terapi herbal sejauh ini hanya untuk terapi suportif. Artinya, pasien TBC masih memerlukan obat TBC untuk mengobati penyakit. 

Hal itu juga yang disampaikan Kemenkes, sekaligus menjadi bantahan bahwa konten Bude Wellness adalah tidak sesuai fakta. Berikut ini penjelasan lengkap Kemenkes terkait Bude Wellness. 

Bude Wellness banjir report usai sebarkan klaim TBC bisa diobati hanya dengan herbal. (Foto: Instagram)

Klarifikasi Kemenkes soal Bude Wellness

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman, tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang sangat menular dan disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. 

"Penyakit TB dapat disembuhkan hanya dengan meminum obat antibiotik yang spesifik membunuh bakteri penyebab TB yaitu obat anti TB (OAT), yang telah terbukti secara ilmiah keamanan, kualitas dan khasiatnya serta diberikan sesuai standar pengobatan oleh tenaga kesehatan," ungkap Aji saat dihubungi iNews.id, Senin (16/3/2026). 

Terkait dengan klaim bahwa herbal bisa mengobati dan mencegah penyakit TBC, Aji menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar.  

"⁠Di masyarakat banyak beredar informasi bahwa TBC bisa sembuh hanya dengan mengonsumsi obat herbal. Perlu dipahami bahwa hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa obat herbal saja dapat menyembuhkan TB," tegasnya. 

"Jika pasien hanya mengandalkan herbal tanpa menjalani pengobatan standar, bakteri TB dapat tetap berkembang di dalam tubuh, sehingga penyakit tidak sembuh dan bahkan dapat menjadi lebih berat," tambanya. 

Kemenkes menyampaikan bahwa herbal mungkin dapat mengurangi efek samping OAT atau membantu menjaga daya tahan tubuh, namun tidak dapat menggantikan obat TB. Oleh karena itu, penggunaan herbal sebaiknya hanya sebagai pendamping dan tetap harus dikonsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

"Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terbukti secara evidence based. Apabila mengalami gejala TB seperti batuk lebih dari dua minggu, demam, berkeringat di malam hari, atau penurunan berat badan, segera periksa ke puskesmas atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat," kata Aji. 

"TB bisa sembuh, asalkan diobati dengan cara yang benar dan sampai tuntas. OAT sudah tersedia gratis di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya," sambungnya. 

Topik Menarik