Trump Ancam Ledakkan Seluruh Ladang Gas Iran jika Qatar Diserang Lagi
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghancurkan ladang gas terbesar Iran jika Teheran kembali menyerang Qatar. Ancaman ini muncul setelah Israel dilaporkan menyerang South Pars, bagian dari ladang gas alam terbesar di dunia yang berada di perairan Iran dan Qatar.
Iran langsung membalas serangan tersebut dengan menghantam fasilitas energi Ras Laffan di Qatar, yang merupakan pusat pengolahan gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. Serangan Iran menyebabkan kerusakan besar di lokasi tersebut, meski seluruh pekerja dilaporkan selamat. Otoritas Qatar juga memastikan kebakaran berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Trump menegaskan Amerika Serikat tidak mengetahui serangan Israel terhadap fasilitas gas Iran meskipun Israel belum mengonformasi serangan tersebut. Dia juga mengatakan dalam unggahan di media sosialnya, Kamis (19/3/2026), Qatar tidak terlibat dalam serangan tersebut dan menyebut aksi balasan Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
"Jika Iran kembali menyerang Qatar, Amerika Serikat akan meledakkan seluruh ladang gas South Pars secara besar-besaran, dengan kekuatan dan daya yang belum pernah dilihat atau disaksikan Iran sebelumnya," tulis Trump, dilansir dari BBC.
Trump mengatakan, tidak ingin mengambil langkah penghancuran tersebut karena dampaknya yang besar dalam jangka panjang. Namun, dia menegaskan tidak akan ragu jika serangan terhadap Qatar terulang.
Konflik ini merupakan kelanjutan dari ketegangan sejak 28 Februari, setelah AS dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel dan negara-negara Teluk yang bersekutu dengan AS.
Serangan terhadap South Pars langsung mengguncang pasar energi. Harga minyak melonjak hingga mendekati 110 dolar AS per barel. Sementara itu, harga gas di Eropa sempat naik lebih dari 25 persen sebelum sedikit turun, dan kini berada di atas dua kali lipat dibanding sebelum konflik.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebelumnya telah memperingatkan, eskalasi ini bisa menimbulkan konsekuensi di luar kendali dan berdampak global.
Pemerintah Qatar mengecam serangan terhadap fasilitas energinya sebagai ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan stabilitas kawasan. Doha juga menyatakan berhak untuk merespons. Pascaserangan tersebut, dua diplomat Iran diperintahkan meninggalkan Qatar dalam waktu 24 jam.










