Bukan Sakit, Ternyata Ini Alasan KPK Ubah Status Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Bukan Sakit, Ternyata Ini Alasan KPK Ubah Status Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah

Terkini | inews | Minggu, 22 Maret 2026 - 16:22
share

JAKARTA, iNews.id - Komisi Pemberantasan Kourpsi (KPK) mengungkapkan alasan mengubah status mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang menjadi tersangka korupsi kuota haji menjadi tahanan rumah. Ternyata, perubahan status tahan itu bukan karena kondisi kesehatan Yaqut.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan Yaqut menjadi tahanan rumah karena permintaan keluarga. Namun, Budi tak memerinci secara detail alasan permohonan keluarga tersebut. 

"Bukan karena kondisi sakit. Jadi memang karena ada permohonan dari pihak keluarga, kemudian kami proses," kata Budi dalam keterangannya, Minggu (22/3/2026). 

Budi mengatakan pengalihan status tahanan ini menjadi bagian dari strategi pengungkapan perkara yang diduga merugikan keuangan negara mencapai Rp622 miliar ini. 

"Setiap proses penyidikan tentu memiliki kondisi dan strategi penanganan perkara yang berbeda, termasuk dalam penahanan seseorang sebagai tersangka," ujarnya. 

Diketahui, status penahanan Yaqut Cholil Qoumas mendadak berubah. Dari sebelumnya ditahan di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kini dia menjadi tahanan rumah sejak Kamis (19/3/2026).

Perubahan ini sekaligus menjawab misteri ketidakhadirannya saat Salat Idulfitri 1447 Hijriah bersama para tahanan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, pada Sabtu (21/3/2026).

Istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer alias Noel, Silvia Rinita Harefa sebelumnya mendapat informasi Yaqut tak berada di Rutan KPK sejak Kamis (19/3/2026) malam. Menurutnya, informasi ini juga diketahui Noel dan para tahanan KPK.

"Semuanya (tahanan KPK) pada tahu, cuma mereka kan bertanya aja gitu, katanya ada pemeriksaan, tapi kan nggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada riksa, sampai hari ini nggak ada (Yaqut)," ujar Silvia usai bertemu Noel, Sabtu (21/3/2026).

Silvia menyebut, Yaqut sempat dijemput pada Kamis (19/3/2026) malam untuk diperiksa. Anehnya, setelah dijemput, Yaqut tak terlihat lagi termasuk saat salat Idulfitri pada Sabtu pagi tadi.

"Iya (Kamis malam), sebelum hari Jumat itu, infonya sih katanya mau diriksa. Tapi salat id kata orang-orang di dalam, enggak ada," kata dia.

Dia menambahkan, dirinya yang menghabiskan waktu di rutan hingga 3 jam ini memang tidak melihat Yaqut.

"Nggak ada, nggak ada (Yaqut), sampai sekarang sih nggak kelihatan. Coba aja kawan-kawan cari info lain," kata Silvia.

Topik Menarik