Arus Balik Lebaran, Pemudik Pejalan Kaki Padati Area Pelabuhan Bakauheni
LAMPUNG SELATAN - Memasuki masa puncak arus balik Lebaran 2026 gelombang kedua, Pelabuhan Bakauheni, Lampung, mulai menunjukkan peningkatan volume penumpang. Ribuan pemudik, khususnya pejalan kaki, mulai memadati area pelabuhan untuk menyeberang kembali ke Pulau Jawa.
Menurut pantauan iNews Media Group pada Sabtu (28/3/2026), para pemudik pejalan kaki sudah mulai berdatangan sejak pagi tadi. Mereka turun dari bus dengan trayek Terminal Rajabasa yang menuju langsung Terminal Eksekutif Pelabuhan Bakauheni.
Sembari membawa tas besar dan koper, mereka ramai-ramai masuk menuju loket pencetakan tiket dan menunggu kapal di ruang tunggu yang disediakan. Banyak dari mereka yang harus menempuh perjalanan panjang dengan berganti-ganti moda transportasi umum demi mencapai kampung halaman dan kembali ke perantauan.
Salah satunya seperti Desi, pemudik asal Bandar Lampung yang akan kembali menuju kota perantauan di Bogor Jawa Barat. Ia rela menyambung perjalanan selama 10 jam dengan berbagai moda transportasi salah satunya bus dan kapal laut melalui Pelabuhan Bakauheni demi kembali ke perantauan untuk mencari rejeki.
"Dari Bandar Lampung ke sini kita nyambung-nyambung. Saya dari Rajabasa naik bus, kemudian nanti nyambung lagi ke Kampung Rambutan, dari Kampung Rambutan ke Bogor. Kurang lebih 9 sampai 10 jam perjalanan," kata Desi saat ditemui di Terminal Eksekutif Pelabuhan Bakauheni Lampung, Sabtu (28/3/2026).
Ia mengaku sengaja memilih pulang di masa puncak arus balik lebaran 2026 demi memaksimalkan waktu bersama keluarga, meskipun harus menghadapi risiko keramaian di pelabuhan. Hal itu dilakukan Desi mengingat suasana Pelabuha yang dinilai tidak terlalu padat meski mulai ramai oleh para pemudik.
Apalagi, adanya ebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan pemerintah dianggap cukup membantu mengurai kepadatan tahun ini.
"Karena masih kangen keluarga ya, sampai orang tua saya bawa. Walaupun di arus balik puncaknya, tapi setidaknya masih cukup ramai lancar. Kita memantau berita juga, tapi karena mungkin banyak yang WFH juga, jadi tidak sepadat seperti tahun lalu," ucap dia.
Desi mengungkapkan bahwa dirinya tidak keberatan walaupun harus menunggu kapal selama satu jam di pelabuhan pada masa puncak arus balik ini. Hal itu dilakukan demi sampai ke tujuan dengan selamat untuk memulai aktivitas pekerjaan di awal pekan.
"Tadi saya beli tiket jam 10.00, nunggu kurang lebih mungkin sejam sampai kapalnya datang. Insyaallah tidak bermasalah,” ungkap Desi.
Apalagi, ia merasa terbantu dengan adanya kebijakan single tarif bagi tiket kapal di masa arus balik Lebaran. Hal itu membuat harga tiket yang dibelinya untuk pulang semakin murah dari biasnya Rp20.000 hingga Rp30.000 kini ia bisa dapatkan hanya dengan Rp18.000.
"Saya tidak ada masalah dan bersyukur kembali disubsidi oleh pemerintah. Biasanya tiket harga Rp20.000–Rp25.000, ini Rp18.000 dan dipukul rata. Sangat terbantu buat masyarakat yang mudik bawa keluarga. Harapannya ke depan pelayanan bisa lebih baik lagi secara keseluruhan," pungkas dia.
Berdasarkan data terakhir dari pihak ASDP, tercatat sekitar 543.440 pemudik telah kembali ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera pada masa arus balik lebaran 2026. Data tersebut merupakan jumlah akumulatif sejak 22 Maret hingga 27 Maret 2026 pukul 14.00 WIB dari Posko Bakauheni.
Dengan jumlah tersebut, maka sudah ada 60 persen pemudik yang telah kembali ke Pulau Jawa jika dikomparasikan dengan total pemudik yang menuju Pula Sumatra pada masa arus mudik yang mencapai 898.864
Hal serupa juga terjadi pada dinamika kendaraan yang telah kembali ke Pulau Jawa dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni. Tercatat sudah 60 persen kendaraan atau mencapai 144.039 unit dari total 239.920 unit kendaraan yang menyeberang ke Pulau Sumatera pada masa arus mudik.










