Komnas HAM: Polda Metro Akui Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Sama dengan Versi TNI
JAKARTA, iNews.id - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas) telah meminta keterangan Polda Metro Jaya terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Komisoner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Saurlin Siagian menyebut, Polda Metro Jaya mengakui, pelaku yang mereka bongkar sama dengan yang diungkap pihak TNI.
Sebelumnya, inisial yang disampaikan Polda Metro sempat berbeda dengan inisial yang diungkap TNI. Polda Metro awalnya mengungkap inisial pelaku adalah BHC dan MAK, sementara dari TNI yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW dan Serda ES
"Saya kira sudah ada kesesuaian juga. Pihak PMJ juga sudah menyampaikan empat ya. Jadi tidak ada perbedaan. Perbedaan inisial itu kami konfirmasi bukan perbedaan signifikan, mereka mengatakan itu orang yang sama, kira-kira begitu," kata Saurlin di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (30/3/2026).
Saurlin menyatakan, pihak Polda Metro Jaya tetap melanjutkan penyidikan yang sudah berjalan. Pendalaman terus dilakukan termasuk untuk mencari apakah ada keterlibatan pihak sipil dalam kasus penyiraman air keras tersebut.
Airlangga Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen, Ditopang Daya Beli Selama Ramadan dan Idulfitri
"Pihak Polda Metro Jaya masih mendalami keterlibatan pihak yang non-TNI ya, masih melakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Kita akan menunggu hasil penyelidikannya," ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI Letjen Yudi Abrimantyo mundur. TNI menyebut, penyerahan jabatan ini bentuk tanggung jawab atas tindakan oknum BAIS yang melakukan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan, penyerahan jabatan tersebut telah dilakukan pada Rabu (25/3/2026) hari ini.
"Sebagai pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Aulia di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (25/3/2026).









