Intelijen AS: Rudal dan Drone Iran Masih Jadi Ancaman Menakutkan di Timur Tengah meski Terus Dibom
WASHINGTON, iNews.id - Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) mengungkap kekuatan militer Iran belum lumpuh meski terus digempur. Rudal dan drone Teheran masih menjadi ancaman serius di Timur Tengah, bahkan dinilai mampu memicu kekacauan besar kapan saja.
Penilaian intelijen terbaru menyebut sekitar setengah dari sistem peluncur rudal Iran masih beroperasi. Selain itu, ribuan drone kamikaze juga dilaporkan masih utuh, meski sebelumnya diklaim telah dihancurkan dalam serangan udara oleh AS dan Israel.
Seorang pejabat yang mengetahui laporan tersebut menyebut kemampuan serang Iran masih sangat signifikan.
“Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh kawasan,” ujar sumber pejabat tersebut, kepada CNN, dikutip Selasa (7/4/2026).
Temuan ini bertolak belakang dengan klaim Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyatakan kemampuan rudal dan drone Iran telah berkurang drastis akibat serangan intensif.
Dalam laporan tersebut juga disebutkan banyak rudal jelajah pertahanan pantai Iran belum mengalami degradasi signifikan. Hal ini memperkuat kemampuan Teheran dalam mengancam jalur pelayaran strategis, khususnya di kawasan Selat Hormuz.
Intelijen AS memperkirakan, sejumlah fasilitas peluncur rudal kemungkinan masih bertahan karena tersembunyi di bawah tanah atau belum sepenuhnya hancur akibat serangan udara.
Sistem pertahanan udara Iran di wilayah pesisir juga dilaporkan masih relatif utuh. Kondisi ini diduga karena infrastruktur militer pantai tidak menjadi prioritas utama dalam kampanye serangan udara AS dan sekutunya.
Rudal-rudal tersebut menjadi aset vital bagi Iran untuk menjaga daya gentar terhadap musuh, sekaligus mempertahankan kemampuan mengganggu jalur perdagangan global di kawasan.
Sementara itu, Komando Pusat AS menyatakan telah menyerang lebih dari 12.300 target di Iran sejak dimulainya operasi militer pada 28 Februari. Namun, laporan intelijen terbaru menunjukkan bahwa kekuatan militer Iran masih jauh dari kata lumpuh.










