Kisah Edoardo Bove Mati Suri di Lapangan, Jose Mourinho Mainkan Peranan Penting
LONDON, iNews.id – Edoardo Bove mengungkap momen mati suri di lapangan yang dialaminya pada 2024. Dia mengungkap peran penting Jose Mourinho saat menghadapi kondisi kritis itu.
Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan Serie A antara Inter melawan Fiorentina pada 1 Desember 2024. Bove tiba-tiba kolaps di lapangan pada babak pertama dan langsung mendapatkan penanganan darurat.
Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif. Dalam kondisi tersebut, tim medis memasang alat defibrillator internal yang dapat dilepas untuk menjaga kestabilan jantungnya.
Alat tersebut membuat dia tidak bisa melanjutkan karier profesional di Italia. Regulasi di negara itu melarang pemain dengan kondisi tersebut tampil di kompetisi resmi.
Cegah Kekerasan Seksual di Dunia Olahraga, Komnas Perempuan Siap Berkolaborasi Dengan Kemenpora
Namun, kondisi itu tidak menghentikan langkahnya di dunia sepak bola. Dia memilih melanjutkan karier di Inggris yang memiliki aturan lebih longgar terkait kondisi jantung pemain.
Perjalanan Sulit hingga Bangkit Lagi
Bove kini bermain untuk Watford dan telah mencatat delapan penampilan di liga. Dia perlahan kembali ke lapangan setelah melalui masa pemulihan yang tidak mudah.
Dia mengingat momen sebelum kehilangan kesadaran di lapangan. “Hal terakhir yang saya ingat adalah ketika saya jatuh. Saya bangun di rumah sakit tanpa tahu apa yang terjadi. Saya pikir saya mengalami kecelakaan mobil,” ujarnya, dikutip dari Football Italia, Selasa (7/4/2026).
Sebelum insiden itu terjadi, dia merasa berada dalam kondisi terbaik. “Sebelumnya saya merasa seperti seorang superhero. Mereka mengatakan saya tidak akan bermain sepak bola lagi,” katanya.
Dia mengakui sempat mengalami masa yang sangat berat. “Ada hari-hari yang sangat sulit ketika semuanya terasa buruk,” ujarnya.
Meski begitu, dia menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran besar dalam hidupnya. “Itu menjadi bagian dari perjalanan. Saya belajar lebih banyak dalam satu tahun ini dibanding sebelumnya,” katanya.
Dia juga menjelaskan dampak fisik dari alat yang dipasang di tubuhnya. “Pada bulan pertama, sulit tidur miring. Tubuh berubah dan melihat perubahan di cermin bisa terasa menyakitkan,” ujarnya.
Namun, dia tetap menerima kondisi tersebut dengan sikap positif. “Saya tidak pernah kecewa. Saya merasa beruntung mengalami ini di usia yang tepat, 22 tahun,” katanya.
Mourinho Tunjukkan Kepedulian Besar
Bove mengungkap Mourinho memainkan peranan penting dalam masa sulitnya. Pelatih yang pernah menangani dia di AS Roma itu menunjukkan kepedulian secara langsung.
“Dia peduli pada setiap pemain yang pernah dia latih. Dia mengirim pesan kepada saya terlebih dahulu, tetapi saya tidak bisa membalas siapa pun, jadi dia mencari nomor orang tua saya,” ujarnya.
Dia menilai hubungan dengan Mourinho sangat spesial. “Saya memiliki hubungan luar biasa dengan dia. Mourinho adalah sosok penting bagi saya dan keluarga saya,” katanya.
Pengalaman tersebut mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. Dia mengaku menjadi lebih terbuka dan mampu melihat sisi positif dari situasi sulit.
“Ketika saya memikirkan masa lalu, itu membuat saya emosional, tetapi juga bangga. Saya mengubah momen sulit menjadi peluang,” ujarnya.
Dia menutup dengan pandangan hidup yang lebih luas. “Saya memiliki perspektif berbeda. Jika tidak berpikiran terbuka, kita bisa kehilangan banyak hal dalam hidup. Saya merasa bahagia,” tuturnya.










