AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata, Israel Masih Bungkam
TEL AVIV, iNews.id - Pemerintah Israel masih bungkam terkait pengumuman gencatan senjata Amerika Serikat (AS)-Iran selama 2 minggu yang disampaikan Presiden Donald Trump, Selasa (7/4/2026).
Belum ada pejabat Israel yang memberikan pernyataan resmi ke publik mengenai gencatan senjata tersebut. Selain itu belum jelas pula seberapa besar keterlibatan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pengambilan keputusan oleh Trump atau bahkan sama sekali tidak dilibatkan.
Ada kemungkinan bahwa anggota sayap kanan kabinet Netanyahu akan menolak perjanjian gencatan senjata atau pengakhiran perang, terutama jika itu termasuk Lebanon, menciptakan tantangan politik baginya di tahun pemilihan.
Setelah Trump mengumumkan gencatan senjata selama 2 pekan, Iran masih melancarkan serangan terhadap Israel. Suara sirine peringatan udara meraung, di antaranya di Yerusalem.
Iran melancarkan serangan besar ke wilayah Israel, tampaknya sebagai pembalasan atas gempuran militer Zionis terhadap infrastruktur jembatan, stasiun kereta api, dan lainnya beberapa jam sebelumnya.
Ini mengindikasikan militer Iran masih mampu menimbulkan ancaman terhadap Israel.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, selaku mediator negosiasi damai AS dan Iran, mengatakan gencatan senjata mencakup Lebanon, di mana Israel mengerahkan pasukan darat.
Namun para pejabat Israel menyatakan tidak akan meninggalkan Lebanon sampai ancaman dari Hizbullah dihilangkan.
Sejauh ini tidak ada indikasi dari Israel menyetujui untuk menghentikan operasi di Lebanon atau di tempat lain.
Ada kemungkinan anggota sayap kanan kabinet Netanyahu akan menolak perjanjian gencatan senjata atau mengakhiri perang, apalagi jika poi kesepakatan melibatkan Lebanon.










