Menhaj Ungkap Potensi Kenaikan Biaya Penerbangan Haji hingga 51 Persen
JAKARTA, iNews.id - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengungkapkan potensi kenaikan biaya penerbangan haji 2026. Tak tanggung-tanggung, potensi kenaikan ongkos mencapai 51 persen.
Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Gus Irfan dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VIII DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Dia menyampaikan, biaya rata-rata penerbangan haji per jemaah pada kisaran Rp33,5 juta.
"Namun, kenaikan harga avtur global, lonjakan pemerintahan war risk, serta pelemahannya tukar, biaya tersebut meningkat signifikan. Kondisi politik juga memungkinkan lakukan re-routing penerbangan untuk menghindari wilayah udara konflik," kata Gus Irfan.
Meski demikian, Gus Irfan mengaku bahwa dua maskapai penerbangan yang melayani jemaah haji melayangkan surat usulan tambahan biaya. Salah satunya, maskapai Garuda Indonesia yang mengusulkan tambahan Rp7,9 juta per jemaah dengan asumsi harga avtur 116 sen dolar AS per liter.
Sidak Bus Tak Laik Jalan Beroperasi Saat Lebaran, Menhub: Penumpang Diturunkan, PO Disanksi
Sementara, maskapai Saudi Airlines melayangkan surat berisi usulan tambahan biaya penerbangan sebesar 480 dolar AS per jemaah pada harga avtur 137,4 sen dolar AS per liter.
"Dalam skenario tanpa perubahan rute, biaya rata-rata per jemaah naik menjadi sekitar Rp46,9 juta atau meningkat 39,85 persen. Sementara pada skenario perubahan rute, biaya meningkat lebih tinggi menjadi sekitar Rp50,8 juta atau naik hingga 51,48 persen," ucapnya.
Dia menilai, penyelenggaraan haji tahun ini berada dalam tekanan faktor global yang semakin kompleks. Menurutnya, hal ini diperlukan penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan haji.
"Dalam kontrak antara pihak Kementerian Haji dan Umroh dengan pihak Garuda Indonesia dan Saudi Airlines diatur terkait klausul force major yang memberikan ruang bagi para pihak untuk melakukan musyawaroh dalam penyesuaian terhadap kondisi yang berkembang," ujarnya.









