Kemlu Ungkap 281 WNI Masih di Iran, 35 di Antaranya ABK di Kapal

Kemlu Ungkap 281 WNI Masih di Iran, 35 di Antaranya ABK di Kapal

Terkini | inews | Rabu, 8 April 2026 - 14:13
share

JAKARTA, iNews.id - Direkrorat Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia (Ditjen PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan perkembangan terkini terkait jumlah WNI yang masih berada di wilayah Iran. Menurut data Kemlu, hingga saat ini terdapat 281 orang yang berada di negara tersebut. 

Plt Dirjen PWNI Kemlu, Heni Hamidah mengatakan, KBRI Teheran terus melakukan kontak secara berkala dengan para WNI yang berada di Iran, baik kepada WNI yang tinggal di Iran sebagai residen maupun yang non-residen.

"Saat ini masih tercatat total sekitar 281 orang WNI yang berada di wilayah Iran, 35 orang di antaranya adalah ABK yang berada di kapal-kapal yang di pesisir Iran," ujar Heni dalam konferensi pers di kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026).

Terkait upaya perlindungan, dia menyampaikan, KBRI terus mematangkan rencana evakuasi tahap berikutnya dengan melakukan kontak dengan para WNI yang telah menyatakan siap untuk dievakuasi. 

"Dan tentunya terkait rencana evakuasi ini terus disesuaikan dengan kondisi terkini dan situasi di lapangan, mengingat perlu dipastikan bahwa pergerakan para WNI tersebut juga dilakukan melalui rute-rute yang aman, baik pada saat menuju titik kumpul maupun pergerakan menuju titik destinasi evakuasi di negara lain," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama 2 pekan dengan Iran, Selasa (7/4/2026) waktu Washington DC atau Rabu pagi WIB. Gencatan senjata ini bersifat dua arah, di mana AS juga akan menghentikan serangan terhadap Iran.

Trump juga mengatakan, Selat Hormuz akan segera dibuka.

"Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir, dari Pakistan, dan di mana mereka meminta saya untuk menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama 2 minggu. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah!" tulis Trump di Truth Social, dikutip Rabu (8/4/2026).

Dia menjelaskan, alasan untuk menyetujui gencatan senjata adalah karena AS telah melampaui tujuan militernya terhadap Iran sejak menyerang pertama kali pada 28 Februari.

Selain itu, ada kemajuan yang signifikan dalam kesepakatan damai dengan Iran termasuk soal isu nuklir.

Topik Menarik