Katarak Cuma Bisa Disembuhkan dengan Operasi? Ini Kata Dokter

Katarak Cuma Bisa Disembuhkan dengan Operasi? Ini Kata Dokter

Gaya Hidup | inews | Kamis, 9 April 2026 - 12:30
share

JAKARTA, iNews.id - Katarak masih menjadi salah satu penyebab kebutaan terbanyak di dunia. Kondisi ini terjadi ketika lensa mata yang seharusnya jernih berubah menjadi keruh, sehingga menghambat cahaya masuk ke dalam mata dan mengganggu proses penglihatan. 

Jika tidak ditangani, katarak dapat berkembang hingga menyebabkan kebutaan. Lantas, apa terapi yang tepat untuk penanganan katarak? Simak pembahasan selengkapnya hanya di artikel ini. 

Menurut Dokter Spesialis Mata Subspesialis Mata Katarak dan Bedah Refraksi RS Pondok Indah – Pondok Indah dr Amir Shidik, Sp.M, Subsp. K.B.R., katarak umumnya berkembang secara perlahan dan sering kali tidak disadari pada tahap awal. Namun seiring waktu, kondisi ini akan semakin memburuk dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

"Katarak bisa terjadi pada satu atau kedua mata, tetapi tidak menyebar dari satu mata ke mata lainnya. Seiring bertambahnya usia, tingkat keparahannya akan meningkat," jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/4/2026).

Prevalensi Tinggi pada Usia Lanjut

Katarak sangat erat kaitannya dengan proses penuaan. Data menunjukkan prevalensinya mencapai sekitar 50 persen pada usia 52–64 tahun dan meningkat drastis hingga sekitar 70 persen pada usia 70 tahun ke atas. Meski demikian, katarak juga dapat terjadi lebih cepat pada kondisi tertentu, seperti trauma pada mata.

Kenali Gejala Sejak Dini

Gejala katarak kerap muncul secara perlahan, sehingga banyak penderita yang terlambat menyadarinya. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:

- Pandangan tampak berkabut atau seperti tertutup asap
- Silau saat melihat cahaya terang, terutama saat malam hari atau hujan
- Penglihatan buram yang semakin memburuk
- Perubahan dalam melihat warna
- Ukuran kacamata yang sering berubah
- Fenomena second sight, yakni penglihatan dekat membaik sementara penglihatan jauh menurun
- Tidak disertai nyeri atau mata merah
- Pada tahap lanjut, muncul titik putih pada lensa mata

Jika gejala tersebut mulai mengganggu aktivitas, pemeriksaan mata sebaiknya segera dilakukan.

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Selain faktor usia, terdapat sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko katarak, di antaranya:

- Paparan sinar ultraviolet berlebih
- Riwayat trauma atau operasi mata
- Penggunaan obat steroid dalam jangka panjang
- Penyakit seperti diabetes dan obesitas
- Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol

Untuk memastikan diagnosis katarak, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan. Dimulai dari wawancara medis untuk mengetahui keluhan pasien, hingga pemeriksaan mata seperti tes ketajaman penglihatan, bio-mikroskopi untuk menilai kekeruhan lensa, serta pemeriksaan retina dan saraf mata.

Salah satu tahap penting sebelum operasi adalah pemeriksaan biometri. Pemeriksaan ini bertujuan mengukur panjang bola mata dan kekuatan kornea untuk menentukan jenis serta kekuatan lensa tanam (intraocular lens/IOL) yang paling sesuai.

"Akurasi pemeriksaan biometri sangat menentukan hasil akhir operasi. Karena setiap mata memiliki karakteristik berbeda, maka lensa yang digunakan juga harus disesuaikan," ujar dr Amir.

Operasi Jadi Satu-satunya Penanganan yang Efektif?

Disampaikan dr Amir, hingga saat ini tidak ada obat atau terapi non-bedah yang terbukti mampu menghilangkan katarak. Satu-satunya penanganan efektif adalah melalui operasi.

Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat lensa yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan (IOL). Operasi katarak tergolong cepat, minim rasa sakit, dan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Beberapa teknik operasi yang umum digunakan meliputi:

- Ekstraksi katarak intra kapsular
- Ekstraksi katarak ekstra kapsular (ECCE)
- Manual Small Incision Cataract Surgery (MSICS)
- Phacoemulsifikasi
- Femto Laser Assisted Cataract Surgery (FLACS)

Menariknya, operasi katarak tidak harus menunggu kondisi matang. Tindakan dapat dilakukan kapan saja ketika penglihatan sudah mulai terganggu.

Disampaikan dr Amir, pasien yang menjalani operasi katarak umumnya merasakan berbagai manfaat signifikan, seperti:

- Penglihatan menjadi lebih jernih dan tajam
- Berkurangnya silau saat melihat cahaya terang
- Warna terlihat lebih jelas
- Dalam beberapa kasus, dapat sekaligus memperbaiki gangguan refraksi (minus/plus)
- Meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian, terutama pada lansia
- Mengurangi risiko jatuh akibat gangguan penglihatan
- Membantu aktivitas sehari-hari, termasuk membaca

Proses pemulihan pascaoperasi katarak umumnya berlangsung sekitar empat minggu. Meski demikian, banyak pasien sudah merasakan perbaikan penglihatan dalam beberapa hari setelah tindakan.

Dokter juga akan memberikan panduan perawatan, seperti penggunaan obat tetes mata, menjaga kebersihan area mata, serta menghindari kontak dengan air dalam periode tertentu.

"Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar pasien dapat kembali memiliki penglihatan normal dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa hambatan," ungkap dr Amir. 

Topik Menarik