Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, RI Kutuk Keras Serangan Israel 

Praka Rico Pramudia Gugur di Lebanon, RI Kutuk Keras Serangan Israel 

Terkini | inews | Sabtu, 25 April 2026 - 07:22
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras serangan Israel setelah gugurnya prajurit Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL, Praka Rico Pramudia akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu. 

Praka Rico (31) wafat usai mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel di dekat kota Adchit Al Qusayr. Mendiang Rico sempat menjalani perawatan selama hampir sebulan di salah satu rumah sakit di Beirut.

“Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia. Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tulis keterangan Kemlu, Sabtu (25/4/2026).

Sejak insiden tersebut, Kemlu menegaskan, pemerintah terus melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL. 

Kemlu bersama pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut juga telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.

“Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan,” kata Kemlu.

Indonesia pun mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini. Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar

“Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL,” bunyi keterangan tersebut.

Dengan wafatnya Praka Rico Pramudia, Indonesia sudah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.

Prajurit TNI yang lebih dulu gugur adalah Praka Farizal Rhomadhon yang wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang mengakibatkan Praka Rico terluka. 

Kemudian pada 30 Maret, dua personel TNI, yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang. 

Rangkaian serangan yang terjadi pada 29-30 Maret dan 3 April tersebut juga menyebabkan 7 tentara TNI terluka. Selain Indonesia, Prancis turut kehilangan dua prajuritnya yang bertugas bersama UNIFIL di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan usai patroli mereka diserang pada 18 April lalu.

Topik Menarik