Trump Beri Sinyal Tolak Proposal Negosiasi Iran, Isinya Singgung Selat Hormuz dan Nuklir
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi sinyal bakal menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri konflik. Iran dilaporkan mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz serta keberlanjutan program nuklir sebagai syarat untuk memulai perundingan damai putaran kedua.
Menurut laporan CNN, mengutip dua sumber pejabat AS, Trump menyampaikan pandangannya selama pertemuan dengan para pejabat keamanan nasional pada Senin (27/4/2026).
Salah satu sumber pejabat mengatakan, Prabowo kemungkinan besar tidak akan menerima usulan Iran yang dikirim beberapa hari lalu.
Para pejabat AS juga khawatir mengenai perpecahan di kalangan pejabat tinggi Iran, tidak jelas siapa yang memegang otoritas akhir atas kesepakatan apa pun.
Di sisi lain, Trump tampaknya mengenyampingkan opsi operasi militer terbaru terhadap Iran yang saat ini dihentikan setelah dia memperpanjang gencatan senjata.
Sejauh ini Gedung Putih belum memberikan penjelasan mengenai bagaimana bentuk atau arah perundingan ke depannya.
“Seperti telah disampaikan presiden, Amerika Serikat memegang kendali dan hanya akan membuat kesepakatan yang mengutamakan rakyat AS serta tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki senjata nuklir,” kata Asisten Juru Bicara Gedung Putih, Olivia Wales.










