Mengejutkan! Perwira Militer Israel Akui Tak Siap Perang Darat di Lebanon
TEL AVIV, iNews.id - Pengakuan mengejutkan disampaikan para perwira Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terkait perang darat di Lebanon. Mereka frustasi dengan perang melawan kelompok Hizbullah Lebanon karena tak didukung peralatan memadai.
Pasukan Zionis frustrasi menghadapi serangan drone kelompok pro-Iran tersebut di medan perang, hingga menimbulkan korban.
Para pejabat militer Israel mengatakan, pasukannya memasuki perang tanpa dibekali peralatan yang memadai untuk melawan drone Hizbullah.
Militer Israel melaporkan korban di antara tentaranya hampir setiap hari akibat serangan drone di pos-pos yang dikuasai. Baru-baru ini setidaknya satu tentara Israel tewas akibat ledakan drone.
“Kami memasuki perang di Lebanon tanpa peralatan yang memadai untuk menghadapi ancaman drone,” kata seorang pejabat militer senior yang meminta namanya tak disebutkan, kepada Army Radio, dikutip Rabu (29/4/2026).
Drone kamikaze merupakan tantangan bagi pasukan Israel di Lebanon, di tengah serangkaian serangan lain yang dilancarkan Hizbullah.
Menurut Army Radio, serangan drone Hizbullah menarik perhatian selama diskusi forum komando senior tentara Israel di Ramat David. Para komandan lapangan frustrasi karena gagal melawan ancaman drone Hizbullah yang semakin meningkat.
“Komandan Brigade Artileri ke-282, yang saat ini ikut serta dalam perang di Lebanon, Kolonel (A), mengatakan kepada para komandan, "Ancaman drone merupakan tantangan operasional utama yang kita hadapi,” demikian laporan Army Radio.
Hal senada disampaikan pasukan Israel di lapangan. Menurut dia, tak ada yang bisa dilakukan selain melawan dan pasrah.
“Tidak banyak yang bisa dilakukan. Pengarahan yang diberikan kepada pasukan terbatas pada: Tetap waspada, dan jika Anda melihat drone, tembaklah,” ujarnya.
Beberapa unit IDF mulai mengembangkan cara sendiri dalam menangkal ancaman drone, seperti memasang jaring di pos, rumah, dan jendela sehingga drone terperangkap dan tidak mengenai targetnya.
“Ini adalah respons improvisasi. Kami mulai menerapkannya dengan beberapa pasukan, tapi itu masih jauh dari cukup,” kata seorang perwira Israel.
Menurut Army Radio, ini bukan pertama kali Hizbullah menggunakan drone serta juga bukan kegagalan pertama dalam menanggulanginya.
Angkatan Darat Israel memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi ancaman drone, sejak meluasnya penggunaan senjata tersebut dalam perang Rusia-Ukraina pada pertengahan 2023 serta serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Army Radio mencatat, Kepala Staf IDF Letjen Eyal Zamir 6 bulan lalu menegur Komandan Angkatan Udara Tomer Bar melalui memo komando atas kegagalan dalam menangani ancaman drone.










