Polisi bakal Periksa Masinis hingga Sopir Taksi Green SM terkait Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
JAKARTA, iNews.id - Polisi akan memeriksa sopir taksi Green SM hingga masinis terkait kasus tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan, pemeriksaan dilakukan untuk membuat terang runtutan kejadian peristiwa. Selain itu, pihaknya ingin mengetahui siapa yang harus bertanggung jawab dalam kasus itu.
“Pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta api juga dijadwalkan untuk dilakukan guna memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam peristiwa tersebut,” ujar Budi kepada wartawan, Rabu (29/4/2026).
Budi menambahkan, pengusutan penyebab kecelakaan maut kereta api itu dilakukan pihak kepolisian bersama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“(Terkait faktor-faktor penyebab kecelakaan) sedang dalam penyidikan, berkoordinasi dengan KAI dan KNKT,” tuturnya.
BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi hingga 1 April 2026, Ini Daftar Wilayah Terdampak
Di sisi lain, Budi mengatakan, salah satu yang didalami juga termasuk ada tidaknya dugaan kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian dalam peristiwa itu.
“Apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memaparkan kronologi tabrakan itu yang bermula ketika rangkaian KRL lintas Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.
Sebagai dampak peristiwa itu, petugas lalu memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya, sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.
Akibat insiden itu, sebanyak 16 penumpang KRL meninggal dunia. Sementara 90 penumpang lainnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan medis.










