Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

Mendagri Pantau Dampak Kenaikan Harga Pertamax terhadap Inflasi

Berita Utama | inews | Kamis, 11 Juni 2026 - 08:53
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian buka suara perihal kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green 95. Ia mengaku akan memantau dampak kenaikan itu.

Tito menjelaskan pada dasarnya kenaikan harga tersebut akan memengaruhi setiap daerah. Meski begitu, inflasi saat ini berada di angka 3,08 persen.

“Sekarang yang saya tahu bahwa inflasi 3,08 persen. Nanti kita lihat, monitoring bagaimana impactnya, nanti kita akan lihat, akan diumumkan BPS pada bulan Juli,” ujar Tito kepada wartawan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/6/2026) malam.

Diketahui, berdasarkan penyesuaian terbaru, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Pertamina menyatakan penyesuaian harga dilakukan mengikuti regulasi yang berlaku untuk BBM nonsubsidi.


Di sisi lain, harga Pertamax Turbo (RON 98) tidak mengalami perubahan dan tetap dipatok Rp20.750 per liter. Begitu pula dengan Dexlite yang bertahan di level Rp23.000 per liter serta Pertamina Dex Rp24.800 per liter.

Untuk BBM bersubsidi, pemerintah dan Pertamina belum melakukan perubahan harga. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menjelaskan penyesuaian harga BBMnonsubsidi merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Topik Menarik