Jet Tempur F-16 AS Tembak Benda Dikira UFO Pakai Rudal Rp9 Miliar, Ternyata Balon Pramuka
WASHINGTON, iNews.id - Militer Amerika Serikat (AS) menghancurkan balon udara milik pramuka dengan rudal seharga 500.000 dolar AS atau sekitar Rp9 miliar. Penyebabnya, Angkatan Udara AS salah mengidentifikasi balon tersebut, mengira sebagai obyek terbang tak dikenal (UFO) yang berpotensi membahayakan.
Dilaporkan The New York Post, mengutip video Departemen Pertahanan (Pentagon) dan mantan kepala All-domain Anomaly Resolution Office (AARO), Sean Kirkpatrick, insiden itu terjadi pada 12 Februari 2023.
AU AS mengerahkan jet tempur F-16 untuk menghancurkan benda berbentuk bola di atas Danau Huron yang diduga "menyerang".
Berdasarkan laporan The New York Post, jet tempur F-16 menghancurkan balon itu menggunakan rudal AIM-9 Sidewinder.
Belakangan diketahui, benda yang ditembak itu merupakan balon milik pramuka.
Kirkpatrick mengatakan, balon tersebut diluncurkan oleh pramuka sebagai bagian dari proyek penelitian dan telah mengelilingi Bumi delapan kali sebelum ditembak jatuh di AS.
Penenmbakan balon pramuka itu berlangsung seminggu setelah hebohnya insiden balon udara China yang memasuki wilayah AS dan diduga melakukan aktivitas mata-mata.
Presiden AS Joe Biden saat itu memerintahkan untuk menembak balon China tersebut.
Kepala Direktorat Operasi Khusus Pentagon menceritakan insiden lain, seorang pilot AU AS melapor bertemu dengan UFO dengan kemampuan siluman atau tak terdeteksi. Dia kemudian menembakkan rudal ke arahnya, namun obyek tersebut ternyata balon foil dari supermarket.
Video hancurnya balon Pramuka tersebut dirilis oleh Pentagon sebagai bagian dari rilis kumpulan dokumen UFO gelombang kedua.










