Minum Air Terlalu Banyak saat Marathon Ternyata Berbahaya, Ini Faktanya!

Minum Air Terlalu Banyak saat Marathon Ternyata Berbahaya, Ini Faktanya!

Gaya Hidup | inews | Selasa, 16 Juni 2026 - 11:11
share

JAKARTA, iNews.id — Beberapa pelari menganggap semakin banyak minum air saat marathon maka semakin baik untuk tubuh. Padahal, faktanya tidak demikian.

Ya, para ahli mengingatkan bahwa kebutuhan hidrasi saat olahraga ketahanan tidak hanya soal jumlah cairan yang diminum, tetapi juga keseimbangan mineral dalam tubuh.

Saat berlari dalam waktu lama, tubuh kehilangan cairan dan mineral dalam jumlah besar melalui keringat. Jika kondisi tersebut tidak diimbangi dengan asupan yang tepat, performa pelari dapat menurun dan berisiko menimbulkan gangguan kesehatan.

Medical Director Jakarta International Marathon (JAKIM) dr Andhika Raspati, SpKO, menjelaskan bahwa kualitas air mineral yang dikonsumsi pelari menjadi salah satu faktor penting dalam proses hidrasi tubuh.

"Pada olahraga ketahanan seperti marathon, tubuh kehilangan cairan dan mineral melalui keringat dalam jumlah yang cukup besar," ujar dr. Andhika dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

"Karena itu, air mineral yang dikonsumsi pelari perlu memiliki kualitas yang baik, aman, bersih, serta mengandung mineral yang seimbang untuk membantu proses penyerapan cairan dalam tubuh. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting yang kami perhatikan untuk menjaga keselamatan peserta selama perlombaan berlangsung," tambahnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hidrasi saat marathon tidak hanya berbicara tentang banyaknya air yang masuk ke dalam tubuh. Pelari juga perlu memastikan tubuh mendapatkan mineral yang dibutuhkan untuk membantu proses penyerapan cairan berlangsung optimal.

Karena itulah, penyelenggara marathon internasional menaruh perhatian besar pada sistem distribusi cairan selama perlombaan. Pada JAKIM 2026, panitia menyiapkan 22 titik water station yang tersebar di sepanjang lintasan untuk memudahkan peserta memenuhi kebutuhan cairan secara bertahap.

CEO Indonesia Muda Road Runner, Gatot Sudarsono, mengatakan penempatan water station dilakukan dengan perhitungan matang agar pelari dapat mengakses cairan secara berkala selama berlari.

"Untuk full marathon, kami menyediakan 22 water station yang tersebar di sepanjang rute lomba. Jarak antar water station sekitar 2,5 kilometer dan semakin dipadatkan menjelang garis finish agar pelari memiliki kesempatan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan dan mineralnya selama perlombaan," kata Gatot.

Ia menambahkan bahwa kebutuhan cairan menjadi salah satu perhatian utama dalam penyelenggaraan marathon yang melibatkan puluhan ribu peserta. Aspek keselamatan dan kenyamanan pelari menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Sementara itu, Sales & Marketing Director Mayora Group, Riko Sistanto, mengatakan bahwa hidrasi yang baik tidak hanya ditentukan oleh jumlah cairan yang diminum, tetapi juga kandungan mineral yang menyertainya.

"Tubuh tidak hanya membutuhkan cairan, tetapi juga asupan mineral yang membantu proses hidrasi berjalan lebih optimal," ujar Riko.

"Karenanya, Le Minerale terus berkomitmen untuk menjaga kualitas produk dan mineral yang terkandung di dalamnya, hingga proses produksi yang menerapkan pengawasan kualitas yang ketat," tambahnya.

Para pelari pun diimbau untuk memenuhi kebutuhan cairan secara bertahap selama perlombaan dan tidak berlebihan dalam mengonsumsi air dalam satu waktu. Dengan menjaga keseimbangan cairan dan mineral, tubuh dapat tetap bekerja optimal sehingga performa saat marathon tetap terjaga hingga mencapai garis finis.

Topik Menarik