Timnas Iran Dipaksa Tinggalkan Los Angeles usai Laga Perdana Piala Dunia 2026, Pelatih Murka

Timnas Iran Dipaksa Tinggalkan Los Angeles usai Laga Perdana Piala Dunia 2026, Pelatih Murka

Olahraga | inews | Selasa, 16 Juni 2026 - 14:59
share

LOS ANGELES, iNews.id – Timnas Iran langsung dipaksa meninggalkan Los Angeles usai menjalani laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2 di SoFi Stadium, Inglewood, Selasa (16/6/2026) pagi WIB. Kondisi ini memicu protes keras dari pelatih Amir Ghalenoei.

Situasi ini terjadi di tengah persiapan Iran yang sejak awal sudah penuh gejolak, mulai dari kendala visa, perpindahan lokasi pemusatan latihan, hingga keterbatasan dukungan tim selama turnamen berlangsung di Amerika Serikat.


Iran Hadapi Situasi Sulit sejak Awal Turnamen

Iran sejatinya merencanakan untuk tetap berada di Los Angeles sehari setelah pertandingan demi proses pemulihan pemain sebelum kembali ke base camp di Tijuana, Meksiko. Rencana itu berubah mendadak sesaat setelah laga usai.

Amir Ghalenoei menyampaikan timnya justru diminta segera meninggalkan wilayah Los Angeles tanpa waktu istirahat yang cukup, kondisi yang dinilai mengganggu pemulihan fisik pemain.

“Usai pertandingan hari ini mereka mengatakan kepada kami, ‘Anda harus segera pergi,’” ujar Ghalenoei, dikutip dari Sport Bible.

Dia menilai keputusan tersebut sangat tidak ideal bagi kondisi tim yang baru saja menjalani pertandingan intens di fase grup.

“Hari ini sangat penting untuk pemulihan. Kami diminta naik pesawat dan kembali ke kamp di Tijuana, dan kami sangat terganggu dengan hal itu,” ucapnya.

Ghalenoei juga menegaskan situasi tersebut menambah tekanan besar bagi timnya di turnamen ini.

“Mereka memaksa kami pergi lebih awal. Situasi ini semakin sulit, banyak hambatan, tapi kami tidak akan menyerah,” katanya.

Dalam pernyataan lainnya, Ghalenoei menyebut Iran berada dalam kondisi yang sangat berat dibanding tim lain di turnamen.

“Kami tidak tahu mengapa kami dipulangkan, ini sangat aneh. Seperti ada pihak lain yang mengatur semuanya untuk kami,” ujarnya.

Dia juga menyoroti berbagai keterbatasan yang dialami tim sejak awal kedatangan di Amerika Serikat.

“Kami seharusnya tiba dua malam sebelum pertandingan, tetapi tidak diizinkan. Kami juga seharusnya tinggal untuk pemulihan dan kembali keesokan harinya,” ucapnya.

Situasi semakin kompleks karena minimnya kehadiran struktur pendukung resmi tim di lokasi turnamen.

“Saya pikir tim kami adalah yang paling tertekan di seluruh Piala Dunia. Federasi kami tidak ada di sini, media tidak ada di sini, manajemen juga tidak ada di sini,” kata Ghalenoei.

Hingga kini, Iran tetap melanjutkan perjuangan di Grup G Piala Dunia 2026 dengan berbagai keterbatasan yang terus menjadi sorotan publik internasional.

Topik Menarik