AS Sebut Iran Bisa Hidup Senang jika Penuhi Syarat-Syarat Ini, Apa Saja?
WASHINGTON, iNews.id - Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Iran bisa memperoleh manfaat besar dan hidup lebih sejahtera jika memenuhi sejumlah syarat yang diajukan dalam kesepakatan damai antara kedua negara. Menurut Vance, Teheran akan mendapatkan berbagai keuntungan ekonomi dan politik apabila bersedia mengubah kebijakannya secara drastis.
Vance mengungkapkan setidaknya ada beberapa syarat utama yang harus dipenuhi Iran. Pertama, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kedua, Selat Hormuz harus tetap dibuka untuk menjamin kelancaran jalur perdagangan dan energi dunia. Ketiga, Iran harus menunjukkan perilaku yang dianggap konstruktif oleh komunitas internasional.
Selain itu, Vance menegaskan Iran juga harus menghentikan dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan serta berhenti mendanai aktivitas yang oleh AS disebut sebagai terorisme. Menurutnya, langkah tersebut akan membuka jalan bagi Iran untuk memperoleh manfaat nyata dari kesepakatan damai.
"Warga Iran dapat memperoleh banyak keuntungan jika mereka berperilaku baik, menghentikan pendanaan terorisme, dan tidak lagi mendukung pembangunan kembali program senjata nuklir," ujar Vance dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Rabu (17/6/2026).
Vance mengeklaim Iran akan mendapat manfaat besar dan nyata dari kesepakatan damai yang dijadwalkan ditandatangani pada Jumat (19/6/2026). Namun, dia menegaskan keuntungan tersebut hanya bisa diraih jika Teheran bersedia memenuhi seluruh persyaratan yang telah disampaikan Washington.
“Kesepakatan ini sebenarnya sangat sederhana. Pertama, Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kedua, Selat Hormuz dibuka, dan ketiga ada semua manfaat yang dipertimbangkan yang dapat diperoleh Iran, jika mereka berperilaku baik,” kata Vance.
Dia juga menegaskan AS berada pada posisi yang menguntungkan dalam situasi apa pun yang terjadi dalam proses negosiasi tersebut.
Meski memorandum of understanding (MoU) untuk mengakhiri perang akan segera ditandatangani, proses perundingan belum sepenuhnya berakhir. AS dan Iran masih harus menjalani negosiasi lanjutan selama 60 hari setelah penandatanganan MoU.
Perundingan lanjutan itu akan membahas sejumlah isu krusial, termasuk program nuklir Iran, pengembangan rudal, serta berbagai persoalan strategis lainnya yang masih menjadi perbedaan utama antara kedua negara.









