Ducati Dekati Aprilia, Jorge Martin: Persaingan MotoGP 2026 Kembali Terbuka 

Ducati Dekati Aprilia, Jorge Martin: Persaingan MotoGP 2026 Kembali Terbuka 

Olahraga | inews | Rabu, 24 Juni 2026 - 06:00
share

BRNO, iNews.id – Jorge Martin menegaskan persaingan MotoGP 2026 kembali terbuka setelah Ducati Lenovo berhasil memangkas jarak dengan Aprilia usai meraih kemenangan ganda pada Grand Prix Ceko di Brno.

Aprilia sebelumnya tampil dominan di awal musim 2026 dan sempat dianggap sebagai kandidat kuat penguasa kejuaraan. Jorge Martin dan Marco Bezzecchi bahkan sempat disebut sebagai dua nama utama dalam perebutan gelar dunia musim ini.

Namun, situasi mulai berubah saat Ducati menunjukkan peningkatan performa di rangkaian balapan Eropa. Tim asal Borgo Panigale itu kini mencatat empat kemenangan dari enam seri terakhir, membuat persaingan semakin ketat.

Marc Marquez juga kembali masuk dalam persaingan setelah meraih dua kemenangan beruntun di Hungaria dan Republik Ceko, meski sebelumnya sempat dianggap keluar dari perburuan gelar.


Martin Akui Ducati Sudah Setara dengan Aprilia

Meski Aprilia masih memimpin klasemen, jarak poin mulai menipis. Marco Bezzecchi berada di posisi teratas, hanya unggul delapan poin dari Jorge Martin. Sementara itu, Fabio Di Giannantonio dan Marc Marquez kini hanya terpaut 23 dan 40 poin.

Kondisi ini membuat persaingan MotoGP 2026 kembali terbuka lebar dan jauh dari dominasi satu tim.

Menanggapi situasi tersebut, Martin menyebut tidak ada lagi tim yang benar-benar unggul mutlak di lintasan saat ini.

“Saya pikir pada momen itu kami bukan yang terbaik, dan sekarang juga bukan yang terburuk. Kami hanya mengalami dua balapan yang sulit,” ujar Martin, dikutip dari Motorsport.

Dia juga menilai beberapa sirkuit berikutnya akan lebih cocok dengan karakter Aprilia.

“Saya berharap bisa kembali ke level seperti sebelumnya. Saya sudah mengatakan sejak awal musim bahwa Ducati tidak jauh. Sekarang kedua motor terasa sangat seimbang dan persaingan benar-benar terbuka,” lanjutnya.

Martin menegaskan musim ini akan menjadi pertarungan panjang hingga akhir.

“Saya pikir ini akan menjadi kejuaraan yang bagus sampai akhir. Ini bagus untuk semua orang,” tambahnya.


Masalah Teknis dan Penurunan Performa Aprilia

Balapan di Brno menjadi salah satu akhir pekan terberat bagi Martin. Selain terkena penalti long lap akibat insiden di Hungaria, dia juga kesulitan menemukan ritme sejak sesi latihan bebas.

Martin harus melalui Q1 sebelum akhirnya hanya mampu menempati posisi ke-10 di kualifikasi. Hasil tersebut membuatnya kesulitan bersaing di barisan depan sepanjang akhir pekan.

Dia finis di posisi lima dan sembilan pada dua balapan, sementara Ducati memanfaatkan situasi tersebut untuk mengamankan hasil kuat dengan finis 1-3.

Martin mengakui dirinya dan Aprilia sedang kehilangan arah akibat masalah pada bagian depan motor yang membuatnya tidak percaya diri saat menikung.

“Saya tidak punya kepercayaan diri di bagian depan. Saya selalu merasa akan jatuh dan ada sesuatu yang belum kami pahami. Kami kehilangan arah,” ungkapnya.

Meski begitu, dia tetap berharap seri berikutnya di Assen bisa menjadi titik balik karena karakter sirkuit yang lebih mengalir dinilai cocok dengan gaya balapnya dan motor Aprilia.

“Kami harus memahami masalah ini lebih baik. Saya berharap Assen bisa membantu kami,” tutup Martin.

Topik Menarik