Inggris Ganti Perdana Menteri 7 Kali dalam 10 Tahun, Ada Apa?
LONDON, iNews.id - Inggris akan memiliki perdana menteri ketujuh dalam 10 tahun terakhir setelah Keir Starmer mengundurkan diri pada Senin (22/6/2026). Starmer mundur setelah digulingkan oleh rekan-rekannya di Partai Buruh, menyusul kekalahan dalam pemilu lokal pada Mei lalu.
Selama periode itu, partai oposisi utama, Konservatif, mengalami pergantian lima perdana menteri, yakni antara 2016 hingga Juli 2024 atau sampai Starmer meraih kekuasaan pasca-kemenangan telak pemilu.
Politisi veteran Partai Buruh, Andy Burnham, mengonfirmasi siap menggantikan Starmer sebagai pemimpin yang baru.
Pergantian enam perdana menteri dalam 10 tahun menunjukkan ringkihnya perpolitikan Inggris, dipicu oleh berbagai penyebab.
Starmer di awal masa jabatannya menyerukan diakhirinya "kekacauan" pergantian pemimpin yang terus-menerus. Namun setelah hampir 2 tahun berkuasa, dia mengalami nasib serupa.
Daftar 6 PM Inggris yang diganti dalam 10 tahun:
1. David Cameron (Mei 2010-Juli 2016)
Keputusan Inggris untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) mengakhiri masa jabatan kedua Cameron sebagai perdana menteri. Setelah negara tersebut memilih keluar dalam referendum Juni 2016, Cameron, yang getol mengampanyekan untuk tetap bertahan di blok tersebut, mengundurkan diri.
2. Theresa May (Juli 2016-Juli 2019)
May mengambil alih jabatan dari Cameron di tengah dampak referendum Brexit. Sebelumnya dia menjabat sebagai menteri dalam negeri.
Dia menggelar pemilu dadakan setahun kemudian untuk memperkuat posisinya dalam negosiasi Brexit. Namun langkah tersebut menjadi bumerang ketika partainya muncul sebagai partai terbesar di parlemen, namun bukan mayoritas.
Karena tidak mampu meloloskan kesepakatan Brexit melalui parlemen, Partai Konservatif mengalami kekalahan telak dalam pemilu Parlemen Eropa pada Mei 2019, memicu pengunduran dirinya.
3. Boris Johnson (Juli 2019-September 2022)
Politisi pemberani yang terkenal karena membangun karier dengan melanggar aturan, harus menghadapi pandemi Covid-19 dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Dia memimpin Partai Konservatif meraih kemenangan dalam pemilu sela pada Desember 2019.
Namun, karena terganjal skandal, dia terpaksa mundur, menyusul serangkaian pengunduran diri para menteri dan ajudannya.
4. Liz Truss (September 2022-Oktober 2022)
Truss hanya menjabat Perdana Menteri Inggris selama 49 hari, tersingkat dalam sejarah negara itu. Dia digulingkan terkait kebijakan pemotongan pajaknya yang membawa bencana.
Agenda ekonomi Truss membuat pasar panik dan membawa Inggris ke ambang kehancuran keuangan, sehingga kehilangan dukungan dari partainya.
5. Rishi Sunak (Oktober 2022-Juli 2024)
Sunak memimpin selama 20 bulan sebelum kalah dalam pemilu pada 2024 dari Starmer, mengakhiri 14 tahun pemerintahan Konservatif.
Dia membawa stabilitas setelah skandal Truss, namun gagal menghentikan perselisihan internal Partai Konservatif yang sengit.
Pengusaha kaya raya itu gagal menjalin hubungan dengan pemilih rakyat biasa yang berjuang menghadapi krisis biaya hidup.
6. Keir Starmer (Juli 2024-Juni 2026)
Hampir 100 anggota parlemen dari Partai Buruh yang dipimpin Starmer menyerukan pengunduran dirinya pada Mei setelah kegagalan partai tersebut dalam pemilu lokal.
Jumlah mereka dilaporkan bertambah setelah pesaing Starmer, Wali Kota Manchester Andy Burnham, memenangkan kursi parlemen dalam upaya untuk menggulingkan sang perdana menteri.










