Banyak Dokter Alami Perundungan, Menkes Minta Ada Perlindungan Khusus
JAKARTA, iNews.id - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta adanya perlindungan khusus bagi dokter, terutama dokter muda dan tenaga medis yang ditugaskan di daerah lain. Apa alasan di balik permintaan tersebut?
Permintaan itu disampaikan setelah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menemukan tingginya kasus perundungan atau bullying yang dialami dokter di lingkungan kerja.
Menurut Menkes, perundungan menjadi salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan dokter kepada Kemenkes. Karena itu, pemerintah perlu membangun sistem perlindungan yang lebih kuat agar tenaga medis dapat bekerja secara aman dan profesional.
"Dan itu adalah merupakan gangguan yang paling banyak, yang kami secara sistematik pun harus melindungi, terutama bagi dokter-dokter muda dan dokter-dokter yang ditugaskan ke tempat lain," kata Menkes dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi IX DPR RI yang membahas perlindungan dan kesejahteraan tenaga medis serta tenaga kesehatan, Kamis (25/6/2026).
256.369 Pendaftar Lolos UTBK SNBT 2026
Menkes menjelaskan, praktik perundungan kerap terjadi ketika dokter memasuki lingkungan kerja baru. Tidak jarang dokter mendapat tekanan dari senior maupun rekan sejawat, terutama jika berasal dari universitas atau fakultas yang berbeda.
"Atau dia masuk, mau kerja, ada seniornya, ditekan," ujarnya.
Budi mengaku cukup terkejut mengetahui bahwa perundungan ternyata menjadi keluhan terbesar yang diterima Kemenkes dari kalangan dokter.
"Agak mengagetkan saya, ternyata paling banyak yang dikeluhkan oleh dokter adalah perundungan, yang masuk, ya," tuturnya.










