Anggota DPR Usul Pakai AI buat Bantu Pasien di Daerah Minim Dokter

Anggota DPR Usul Pakai AI buat Bantu Pasien di Daerah Minim Dokter

Berita Utama | inews | Kamis, 25 Juni 2026 - 15:31
share

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh mengusulkan agar artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bisa dimanfaatkan untuk menganalisis penyakit di daerah yang kekurangan tenaga kesehatan (nakes). Hal itu ditujukan untuk membantu pasien mengetahui penyakit yang diderita.

"Mungkin ada (kekurangan dokter) ini kita bisa dibantu AI untuk sebagai paling tidak untuk membantu pasien kita untuk apa menganalisis penyakit dan sebagainya? Karena untuk menjembatani saja, Pak," kata Nihayatul saat Rapat Kerja Komisi IX DPR bersama Kementerian Kesehatan, Kamis (25/6/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR ini mengaku miris mendengar laporan minimnya dokter itu di daerah. Apalagi, kata dia, pendidikan dokter membutuhkan waktu lama dan berbeda dengan jurusan yang lain.

"Nah, ini tentunya kalau menunggu kan nggak mungkin juga masyarakat menunggu sampai lulus. Kalaupun tadi yang diusulkan oleh Bapak Ibu anggota, bahwa bagaimana bisa membiayai putra daerah, itu solusi yang luar biasa. Tapi itu kan butuh waktu," kata Nihayatul.

"Nah, bisa nggak dengan teknologi yang ada itu kita bisa mengganti kehadiran fisik dokter dengan yang lain? Walaupun memang pasti tidak maksimal, tapi untuk mungkin penyakit tertentu," tambahnya.

Merespons itu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pihaknya tengah fokus mengembangkan layanan medis dengan aplikasi Telemedicine. Hal ini juga untuk menjawab persoalan kurangnya dokter di daerah.

"Mungkin kita mulai dulu dengan Telemedicine. Yang secara fundamental harus dijawab adalah kekurangan dokter itu terjadi terutama di daerah-daerah terpencil. Itu yang harus dijawab, ya. Saya rasa prioritas utamanya ke sana dulu," ucap Budi.

Budi pun menegaskan, pihaknya fokus memperbanyak dokter untuk didistribusikan ke daerah-daerah.

Topik Menarik