Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat
BEIRUT, iNews.id - Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan Israel tidak memiliki pilihan selain menarik seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon yang masih diduduki. Dia juga menolak segala bentuk normalisasi hubungan dengan Israel dan menuntut penarikan pasukan dilakukan tanpa syarat.
Pernyataan itu disampaikan Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi, Jumat (7/8/2026), di hadapan puluhan ribu pendukung saat peringatan Asyura.
"Israel tidak punya pilihan selain menarik diri sepenuhnya dari setiap jengkal wilayah Lebanon. Israel harus pergi tanpa syarat," kata Qassem, dilansir dari Asharq Al-Awsat.
Qassem menyampaikan pernyataan tersebut di tengah berlangsungnya pembicaraan langsung antara pejabat Lebanon dan Israel di Washington, Amerika Serikat (AS). Dia menegaskan, Hizbullah tidak akan menerima kesepakatan apa pun yang mengarah pada normalisasi hubungan dengan Israel.
"Kami tidak akan menerima normalisasi, tidak akan mengakhiri status permusuhan, tidak akan memberikan keuntungan bagi Israel, dan tidak akan menerima keberadaan sebagian wilayah Lebanon yang masih diduduki. Israel harus pergi dalam keadaan dipermalukan dan kalah. Itulah yang akan terjadi," katanya.
Dalam pidatonya, Qassem juga menyinggung kesepakatan antara AS dan Iran yang ditandatangani pekan lalu. Menurutnya, kesepakatan tersebut merupakan deklarasi kekalahan bagi Israel dan AS, setelah perjanjian tersebut juga turut meredakan pertempuran antara Hizbullah dan Israel. Sementara kedua negara itu sebelumnya berupaya memicu perang besar untuk menghancurkan kelompok yang dipimpinnya.
"Mereka menginginkan perang besar untuk menghapus keberadaan kami," ujar Qassem.
Namun, menurut dia, Hizbullah berhasil menghentikan agresi tersebut dan keluar sebagai pemenang.
"Kami mampu menghentikan agresi ini dan meraih kemenangan besar. Kami telah menggagalkan proyek Israel-Amerika dan kini memasuki fase baru," katanya.









