Di Forum London, Pemerintah RI Beberkan Capaian Atasi Persoalan Hutan dan Iklim
LONDON, iNews.id - Pemerintah Indonesia membeberkan sejumlah capaian dalam pengelolaan hutan. Indonesia berkomitmen memimpin transisi global dalam mengatasi persoalan iklim.
Hal ini disampaikan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dalam forum Indonesia Climate Leadership Luncheon yang diselenggarakan di Houses of Parliament, Westminster, London, dalam rangkaian London Climate Action Week 2026.
Menhut menyampaikan, Indonesia telah menunjukkan kemajuan nyata dalam pengelolaan hutan dan aksi iklim. Salah satu capaian penting adalah keberhasilan menurunkan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Dari 2,61 juta hektare pada tahun 2015 menjadi sekitar 359 ribu hektare pada tahun 2025 melalui penguatan pencegahan, pemantauan terpadu, pengelolaan gambut, operasi lapangan, dan penegakan hukum yang konsisten," kata Menhut, Jumat (26/6/2026).
Bojan Hodak Mundur sebagai Pelatih Persib Bandung, Adam Alis: Dia Bisa Sekaligus Jadi Orangtua
Selain itu, capaian lainnya yakni Program Perhutanan Sosial yang telah memberikan akses kelola lebih dari 8,3 juta hektare kepada masyarakat dengan manfaat bagi sekitar 1,4 juta kepala keluarga. Sementara itu, pengakuan hutan adat terus dipercepat sebagai bagian dari penguatan peran masyarakat dalam menjaga hutan.
"Hutan Indonesia merupakan pilar utama pencapaian target Indonesia FOLU Net Sink 2030, yang akan menjadikan sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya sebagai penyerap emisi bersih pada tahun 2030," ujarnya.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Pemerintah Indonesia terus memperkuat tata kelola pasar karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 serta Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 dan Nomor 7 Tahun 2026 yang memberikan kepastian regulasi bagi kegiatan karbon di sektor kehutanan.
Hal itu mendapat respons positif dari para peserta forum. Langkah tersebut menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menjadi salah satu pemasok utama kredit karbon berbasis alam yang berintegritas tinggi di tingkat global, sekaligus membuka peluang investasi hijau dalam skala yang lebih besar.
Menurut Menhut, Indonesia dan Inggris memiliki peluang besar untuk memperkuat kemitraan dalam bidang keuangan berkelanjutan, infrastruktur pasar, tata kelola dan inovasi pembiayaan iklim. Kemitraan tersebut diharapkan dapat mempercepat perlindungan alam, mobilisasi investasi hijau, serta penciptaan peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
"Indonesia tidak hanya ingin menjadi bagian dari transisi global menuju ekonomi rendah karbon, tetapi juga turut memimpin transformasi tersebut melalui solusi iklim berbasis alam yang kredibel, berintegritas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.









