Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85 Lansia

Prancis Terpanggang! Korban Tewas Gelombang Panas Tembus 1.000 Orang, 85 Lansia

Terkini | inews | Senin, 29 Juni 2026 - 13:37
share

BERLIN, iNews.id - Gelombang panas yang menerjang Prancis diperkirakan telah merenggut 1.000 nyawa lebih. Suhu panas di Prancis pada pekan lalu memecahkan rekor tertinggi, memicu kasus heatstroke di kalangan penduduk rentan.

Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menyatakan, kasus kematian melonjak tajam selama puncak gelombang panas, yakni lebih dari 1.200 orang meninggal pada Rabu (24/6/2026). Dua hari setelahnya, jumlah orang yang meninggal bertambah masing-masing 200 orang, sehingga menjadi 1.400 kematian per hari. 

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan rata-rata harian sebelum suhu ekstrem menerjang, yakni 900 hingga 1.000 kematian. Artinya, dalam sehari ada penambahan 300 hingga 400 orang meninggal.

Dari situ diketahui, setidaknya ada 1.000 korban meninggal tambahan selama periode 3 hari tersebut.

Badan kesehatan memperingatkan, angka tersebut kemungkinan meningkat seiring masuknya lebih banyak data, terutama dari kasus kematian di rumah, bukan di fasilitas kesehatan. Sekitar 85 persen dari korban berusia 65 tahun atau lebih.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, lebih dari 1.300 kematian tambahan yang terkait dengan panas ekstrem tercatat di seluruh Eropa sejak 21 Juni.

"Eropa adalah benua yang paling cepat memanas di Bumi, memanas 2 kali lipat dari rata-rata global," tulis Tedros, di media sosial X.

Dia memperingatkan, panas ekstrem menjadi peristiwa tahunan karena perubahan. Oleh karena itu heatstroke kini menjadi pembunuh senyap.

Rekor suhu terus terpecahkan di seluruh Eropa pada Minggu (28/6/2026). Jerman mencatat rekor nasional baru 41,7 derajat Celsius di Neißemünde, dekat perbatasan Polandia. Sementara Polandia mencapai rekor 40,5 derajat Celsius. Republik Ceko juga mencatat rekor suhu tertinggi yakni 41,9 derajat Celsius, melampaui rekor yang ditetapkan sehari sebelumnya.

Para ilmuwan World Weather Attribution mengatakan, kenaikan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya ini hampir tidak mungkin terjadi tanpa faktor perubahan iklim.

Panas ekstrem tersebut memicu perluasan gangguan di seluruh Eropa. Kebakaran hutan terjadi di Jerman bagian timur dan barat daya, memaksa evakuasi dan mempersulit upaya pemadaman karena amunisi Perang Dunia II yang belum meledak terkubur di hutan yang terkena dampak.

Di Berlin, polisi mengerahkan meriam air di dekat Gerbang Brandenburg untuk mendinginkan warga dan turis. Sementara itu layanan darurat menanggapi ratusan panggilan medis tambahan terkait panas.

Di lokasi lain, beberapa orang luka setelah petir menyambar taman hiburan di Swedia. Sementara Denmark mencatat lebih dari 1.100 sambaran petir saat badai hebat mengikuti panas yang intens di beberapa bagian Eropa utara.

Topik Menarik