Siap-Siap! Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp26,34 Triliun Mulai Juli, Diskon Transportasi, Bantuan Pangan hingga Program Magang

Siap-Siap! Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp26,34 Triliun Mulai Juli, Diskon Transportasi, Bantuan Pangan hingga Program Magang

Terkini | inews | Senin, 29 Juni 2026 - 18:20
share

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026 atau Juli ini untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik di tengah ketidakpastian ekonomi global. Paket kebijakan tersebut mencakup diskon tarif transportasi, bantuan pangan bagi puluhan juta warga, hingga program magang dan pelatihan kerja.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari mengatakan, stimulus tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Indonesia.

"Pemerintah tidak ingin sekadar mengejar angka di atas kertas, tetapi juga juga memastikan bahwa manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung secara luas. Oleh karena itu, memasuki paruh kedua tahun 2026, pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi semester II guna mendorong konsumsi masyarakat sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi," kata Qodari dalam keterangan resminya, Senin (29/6/2026).

Menurut dia, paket stimulus itu dibangun di atas tiga pilar utama. Pilar pertama berupa pemberian insentif transportasi melalui diskon tarif kereta api dan kapal laut, serta pembebasan sebagian komponen biaya pada layanan penyeberangan dan transportasi udara selama masa libur sekolah hingga periode Natal dan Tahun Baru.

"Insentif tersebut diharapkan dapat mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menciptakan multiplier effect bagi perekonomian," katanya.

Pilar kedua adalah penguatan perlindungan sosial melalui penyaluran bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat selama periode Juli hingga September 2026. Bantuan itu ditujukan untuk membantu masyarakat rentan menghadapi gejolak harga kebutuhan pokok.

Sementara pada pilar ketiga, pemerintah memperluas program peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Program Magang Nasional bagi 150.000 lulusan perguruan tinggi. Selain itu, pemerintah membuka pelatihan vokasi bagi 220.000 lulusan SMA/SMK serta 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi sekaligus memperluas peluang bagi angkatan kerja untuk memperoleh kesempatan yang lebih baik," ujar Qodari.

Selain memberikan stimulus kepada masyarakat, pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif bagi dunia usaha guna menjaga keberlangsungan aktivitas produksi di tengah gejolak ekonomi global.

Insentif tersebut antara lain berupa fasilitas bea masuk 0 persen atas impor LPG bagi industri petrokimia dan impor bahan baku plastik untuk menekan biaya produksi. Pemerintah juga memberikan dukungan kepada pelaku industri kreatif melalui penerapan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 1,5 persen bagi para penulis.

"Pemerintah akan terus mengawal implementasi seluruh kebijakan tersebut agar berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Topik Menarik