Brasil ke 16 Besar di Piala Dunia, Matheus Cunha Angkat Lima Jari Ejek Jepang
HOUSTON, iNews.id – Brasil menyingkirkan Jepang di babak 32 besar Piala Dunia lewat kemenangan dramatis 2-1, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB. Gol penentu Gabriel Martinelli pada menit ke-93 dan aksi kontroversial Matheus Cunha yang langsung memicu sorotan.
Laga ini menjadi salah satu pertandingan paling intens di fase gugur. Brasil dan Jepang tampil saling serang sejak awal, memperlihatkan duel terbuka yang membuat atmosfer stadion memuncak hingga peluit akhir.
Jepang datang dengan status kuda hitam turnamen. Tim Asia itu tampil meyakinkan di fase grup, menghancurkan Tunisia serta mencatat hasil imbang produktif melawan Belanda dan Swedia meski dilanda badai cedera.
Undian mempertemukan Jepang dengan Timnas Brasil di babak 32 besar, situasi yang berpotensi memicu kejutan besar. Jepang bahkan melontarkan perang psikologis sebelum laga dimulai.
Penyerang Jepang, Kento Shiogai, meremehkan kekuatan Brasil. Dia berkata, “Brasil dulu kuat, tapi bagaimana sekarang? Saya melihat Prancis kuat. Argentina juga. Tentang Brasil, saya jarang mendengar akhir-akhir ini.”
Dia melanjutkan, “Itu Neymar yang lama, kan? Itu bukan Neymar yang dulu lagi. Saya rasa kami berada dalam kondisi bagus.”
Pernyataan tersebut memanaskan kubu Brasil. Bek senior Marquinhos menilai komentar itu sebagai bentuk arogansi dan menegaskan Brasil tetap termasuk tim besar dunia.
Jepang sempat membuat kejutan lewat gol cepat di awal laga dan membuka asa kemenangan. Namun, seperti sejarah mereka di fase gugur Piala Dunia, keunggulan itu sulit dipertahankan. Brasil menyamakan skor lewat sundulan Casemiro.
Selebrasi Kontroversial Matheus Cunha
Drama mencapai puncak saat Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan pada menit ke-93. Gol itu membuat pemain Jepang terjatuh dan memastikan langkah Brasil ke babak 16 besar.
Sesaat setelah gol tersebut, Matheus Cunha tertangkap kamera menghadap suporter Jepang sambil mengangkat lima jari. Dia berteriak, “Saya punya lima,” merujuk pada lima gelar juara dunia yang dimiliki Brasil.
Aksi penyerang Manchester United itu segera ditahan staf tim Brasil saat selebrasi berlanjut. Gestur tersebut langsung memicu perbincangan luas karena dinilai sebagai ejekan terbuka kepada pendukung lawan.
Di balik ketegangan, terselip momen sportivitas. Cunha mendekati gelandang Jepang Ao Tanaka, pemain Leeds United yang terlihat menangis usai laga. Cunha memberi dukungan dan meminta Tanaka tetap menegakkan kepala.
Kemenangan ini membuat Brasil menjadi tim kedua yang memastikan tiket babak 16 besar setelah Kanada lebih dulu lolos. Selanjutnya, Brasil menunggu pemenang laga Norwegia kontra Pantai Gading, dengan potensi pertemuan melawan Inggris di perempat final jika langkah mereka terus berlanjut.










