Cegah Pemadaman Bergilir, PLN Dapat Tambahan Batu Bara 3 Juta Ton per Bulan

Cegah Pemadaman Bergilir, PLN Dapat Tambahan Batu Bara 3 Juta Ton per Bulan

Terkini | inews | Jum'at, 3 Juli 2026 - 08:27
share

JAKARTA, iNews.id - PT PLN (Persero) mendapat tambahan pasokan batu bara berkalori minimal 4.500 GAR sebesar 3 juta ton per bulan mulai Agustus hingga Desember 2026. Tambahan pasokan tersebut diberikan pemerintah untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mencegah terulangnya pemadaman listrik bergilir.

"1,8 juta ton untuk suplai Juli, dan 3 juta ton per bulan dari Agustus hingga Desember," ucap Dirut PLN Darmawan Prasodjo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (2/7/2026).

"Tentu saja dengan adanya ini, kendala penyediaan energi listrik yang sempat terjadi di Pulau Jawa, ini menjadi terkoreksi dan pemadaman bergilir berhasil diselesaikan dengan baik," sambungnya.

Darmawan menjelaskan lebih lanjut pasokan ekstra sebesar 1,8 juta ton di luar kontrak reguler dikirimkan untuk kebutuhan bulan Juli. Sementara itu, sisa tambahan sebesar 3 juta ton per bulan dipersiapkan untuk periode Agustus sampai Desember.

“Dengan adanya tambahan batu bara berkalori 4.500 ke atas, sistem kelistrikan di Jawa yang sebelumnya sempat mengalami pemadaman bergilir kini menjadi jauh lebih andal,” ungkapnya.

Dia menyebutkan gangguan suplai listrik yang melanda Jawa sebelumnya disebabkan oleh minimnya stok batu bara dengan spesifikasi kalori tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit.

Di sisi lain, hambatan ini diperparah oleh situasi pasar domestik, di mana produksi batu bara nasional saat ini didominasi oleh kalori rendah, sedangkan volume produksi batu bara berkalori sedang dan tinggi terus merosot.

Ketidakseimbangan pasokan tersebut mendasari PLN untuk meminta tambahan pasokan batu bara berkalori minimal 4.500 GAR kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah kemudian merespons usulan tersebut melalui penerbitan mandat penugasan khusus kepada produsen.

PLN mengapresiasi langkah Kementerian ESDM yang bergerak cepat dalam memfasilitasi kebutuhan pasokan darurat ini. Korporasi memastikan soal realisasi kontrak untuk pengiriman Juli sudah berjalan, sedangkan skema penugasan untuk sisa bulan hingga akhir tahun telah tuntas dipersiapkan.

Topik Menarik