Bareskrim: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur usai Hilang saat Gerebek Narkoba di Kalteng

Bareskrim: Aiptu Sumaryanto Ditemukan Gugur usai Hilang saat Gerebek Narkoba di Kalteng

Berita Utama | inews | Minggu, 5 Juli 2026 - 13:34
share

JAKARTA, iNews.id - Personel Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto ditemukan gugur di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Katingan Tengah, Kalimantan Tengah (Kalteng) Minggu (5/7/2026). Dia sempat hilang saat menggerebek bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026) lalu.

"Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso di Jakarta. 

Jenazah Aiptu Sumaryanto kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palangka Raya. 

"Mayat terssbut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara Palangkaraya," ujar Eko.

Dengan begitu, total tiga polisi gugur terkait penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Dua polisi lainnya yakni Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Eko sebelumnya menjelaskan peristiwa ini terjadi pada Rabu malam ketika Satresnarkoba Polres Katingan menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. 

Dia mengatakan hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target operasi berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Selanjutnya sebanyak 12 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. 

Setibanya di lokasi, tim dibagi menjadi dua kelompok dengan tik pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

"Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," ujar Eko. 

Situasi semakin memanas lantaran massa aksi terus bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Lebih lanjut, Eko menyebut seluruh operasi pemberantasan narkotika akan dievaluasi agar seluruh personel memiliki kesiapan maksimal dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan. 

Topik Menarik