Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

Bersejarah! Prancis dan Suriah Sepakat Buka Kedutaan Lagi setelah 14 Tahun

Terkini | inews | Jum'at, 10 Juli 2026 - 07:00
share

DAMASKUS, iNews.id - Suriah dan Prancis pada 7 Juni menyepakati pertukaran duta besar (dubes) setelah terhenti selama 14 tahun atau selama kekuasaan rezim Bashar Al Assad.

Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa menyampaikan kesepakatan itu dalam konferensi pers bersama mitranya dari Prancis, Emmanuel Macron, di Damaskus.

Sharaa menyebut kunjungan Macron sebagai tonggak sejarah menandai periode kerja sama yang damai dan mendalam antara kedua negara.

"Ini adalah kunjungan pertama presiden Prancis dalam 18 tahun. Kami mengumumkan kesepakatan untuk pertukaran duta besar antara Damaskus dan Paris," kata Sharaa, seperti dikutip dari Anadolu.

Prancis menutup kedutaannya di Damaskus pada Maret 2012, saat masih di bawah pemerintahan Presiden Nicolas Sarkozy. Saat itu Suriah melakukan penindasan terhadap demonstran oleh rezim Bashar Al Assad.

Penutupan kedubes berlangsung ketika beberapa pemerintahan negara Barat juga menurunkan atau menangguhkan hubungan diplomatik dengan Damaskus di tengah meningkatnya penindasan dan memburuknya situasi keamanan di Suriah.

Kunjungan Macron ke Damaskus merupakan yang pertama dilakukan presiden Prancis sejak 2008, ketika Sarkozy mengunjungi Suriah.

Macron tiba di Damaskus pada Senin (6/7/2026) malam, menjadi pemimpin negara Barat pertama yang mengunjungi Suriah sejak jatuhnya Assad pada Desember 2024.

Topik Menarik