Anak Tak Lolos SPMB, Orang Tua Protes Gembok Pagar SMPN 6 Tambun Utara Bekasi
BEKASI, iNews.id - Sejumlah orang tua calon siswa menggembok pagar SMPN 6 Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (15/7/2026) pagi. Aksi protes terhadap hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) itu sempat mengganggu siswa yang hendak mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Para orang tua yang anaknya tidak diterima sekolah tersebut terlihat datang sambil membawa poster dan menyampaikan kekecewaan di depan gerbang. Mereka mempertanyakan hasil seleksi karena sejumlah anak yang tinggal dekat dengan sekolah justru tidak diterima.
Dalam aksi tersebut, pagar utama sekolah bahkan sampai digembok. Akibatnya, akses masuk peserta didik yang akan mengikuti rangkaian MPLS sempat terhambat.
Para orang tua ini menilai hasil seleksi belum berpihak kepada warga yang berdomisili di sekitar sekolah. Mereka juga meminta penjelasan mengenai mekanisme dan dasar penentuan kelulusan pada setiap jalur penerimaan.
Salah seorang orang tua calon peserta didik, Gunah, mengatakan anaknya telah mengikuti beberapa tahapan seleksi. Namun, namanya tetap tergeser dari daftar penerimaan.
"Saya ingin anak saya masuk diterima ke sekolah ini, udah gitu aja. Sebelumnya sudah ikut seleksi jalur pertama sampai ketiga tetap tergeser. Alasannya karena zonasi," ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Selain meminta penjelasan dari pihak sekolah, para orang tua mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mengevaluasi pelaksanaan SPMB tahun ajaran 2026/2027. Evaluasi dinilai perlu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kendala administratif maupun teknis yang merugikan calon peserta didik.
Mereka juga meminta proses seleksi dilakukan secara terbuka agar masyarakat memahami alasan seorang calon siswa dinyatakan diterima atau tidak lolos.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 6 Tambun Utara Tri Rumiyati mengatakan pihak sekolah hanya menjalankan sistem penerimaan yang telah ditetapkan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.
"Kami pihak sekolah hanya menjalankan sistem. Sistem yang buat bukan kami tapi dinas, silakan ber-comment ke sana. Seharusnya yang menggembok ini bertanggung jawab," ujarnya.
Pihak sekolah menyayangkan aksi penggembokan karena berdampak pada kegiatan siswa yang telah diterima dan hendak mengikuti MPLS. Sekolah meminta persoalan hasil seleksi disampaikan melalui jalur yang tersedia tanpa menghambat kegiatan belajar maupun aktivitas peserta didik lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi belum memberikan keterangan resmi mengenai tuntutan orang tua maupun mekanisme seleksi yang dipersoalkan.









