Analis Nilai Destry Damayanti Sosok Paling Tepat Pimpin BI Gantikan Perry Warjiyo
JAKARTA, iNews.id - Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dinilai menjadi figur paling tepat untuk memimpin bank sentral usai Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI. Penilaian tersebut disampaikan Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata.
Liza menilai pengalaman dan senioritas Destry di lingkungan BI membuat dia menjadi kandidat paling natural untuk meneruskan kepemimpinan bank sentral dalam periode transisi. Posisi Destry sebagai Deputi Gubernur Senior juga dinilai menjadi modal penting dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan BI.
"Secara institusional, Destry adalah figur yang paling natural untuk memimpin BI melewati masa transisi. Sementara Thomas Djiwandono baru bergabung sebagai anggota Dewan Gubernur beberapa bulan lalu. Jika ia dipromosikan menjadi Gubernur dalam waktu yang sangat singkat, saya meyakini pasar akan sulit memandang penunjukan tersebut sebagai proses suksesi bank sentral yang normal," ujar Liza dalam Riset nya dikutip Senin (27/7/2026).
Liza mengakui secara hukum Thomas Djiwandono dapat menjadi Gubernur BI apabila dicalonkan Presiden dan memperoleh persetujuan DPR. Namun, dia menilai aspek legalitas saja belum cukup untuk membangun kepercayaan pasar terhadap sosok yang akan memimpin bank sentral.
Menurut Liza, hubungan keluarga Thomas dengan Presiden Prabowo Subianto, pengalaman yang masih terbatas sebagai bankir sentral, serta kemungkinan melewati posisi Deputi Gubernur Senior dapat memunculkan persepsi tertentu di kalangan pelaku pasar. Situasi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pandangan terhadap independensi BI.
"Legalitas tidak otomatis menciptakan kredibilitas. Hubungan keluarga Thomas dengan Presiden, pengalaman yang masih sangat terbatas sebagai bankir sentral, dan kemungkinan dirinya melompati Deputi Gubernur Senior dapat menimbulkan persepsi bahwa hubungan pemerintah dan BI bergeser dari koordinasi kebijakan menjadi kontrol politik," kata Liza.
Meski begitu, Liza menekankan pengunduran diri Perry Warjiyo tidak dapat dijadikan bukti hilangnya independensi BI. Menurut dia, perhatian pelaku pasar akan lebih tertuju pada proses penunjukan Gubernur BI berikutnya serta kemampuan pemerintah menjaga independensi bank sentral.
Liza menambahkan, apabila pemerintah akhirnya menunjuk Thomas Djiwandono sebagai Gubernur BI, pemerintah perlu meyakinkan investor mengenai independensi BI dalam menjalankan fungsi dan kewenangannya.
"Tanpa komunikasi yang jelas dan bukti yang meyakinkan, pasar dapat merespons negatif melalui pelemahan rupiah, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, meningkatnya premi risiko Indonesia, serta munculnya kekhawatiran bahwa keputusan suku bunga maupun kebijakan stabilisasi rupiah lebih didorong oleh tekanan politik dibanding pertimbangan moneter," ujar Liza.







