Mutasi Polri! Kapolda Sulut dan Papua Barat Daya Diganti, 344 Pati-Pamen Dapat Promosi
JAKARTA, iNews.id - Gerbong mutasi Polri kembali bergerak. Dalam rotasi terbaru ini, dua posisi Kapolda mengalami pergantian, yakni Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) dan Papua Barat Daya.
Rotasi jabatan tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026. Surat telegram itu ditandatangani Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 30 Agustus 2026.
Dalam mutasi Polri terbaru ini, sebanyak 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) mengalami perubahan penugasan. Dari jumlah tersebut, 344 personel mendapatkan promosi jabatan atau penempatan jabatan baru.
Salah satu perubahan besar terjadi di jajaran kepemimpinan wilayah. Brigjen Hengki Haryadi ditunjuk sebagai Kapolda Papua Barat Daya menggantikan Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru.
Sebelumnya, Brigjen Hengki Haryadi menjabat sebagai Wakapolda Riau. Sementara Brigjen Yulius Audie Sonny Latuheru mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.
Posisi Wakapolda Riau kemudian diisi oleh Brigjen Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Gorontalo.
Pergantian juga terjadi di Polda Sulut. Brigjen Yudo Hermanto dipercaya menjadi Kapolda Sulut menggantikan Irjen Roycke Harry Langie.
Sebelumnya, Brigjen Yudo Hermanto menjabat sebagai Kepala Biro Pengamanan Internal (Karopaminal) Divisi Propam Polri. Jabatan tersebut nantinya akan diisi oleh Kombes Hardiono.
Sementara itu, Irjen Roycke Harry Langie mendapat jabatan baru sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) menggantikan Komjen Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.
Selain pergantian Kapolda, mutasi Polri terbaru juga menyentuh sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri.
Irjen Jawari dipercaya mengisi posisi Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) menggantikan Irjen Anwar yang memasuki masa pensiun.
Kemudian, posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri akan ditempati Irjen Ruslan Ependi menggantikan Irjen Herry Rudolf Nahak yang juga memasuki masa pensiun.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi serta pembinaan karier personel Polri.
“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” uajr Irjen Pol Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurutnya, setiap pejabat yang mendapat amanah baru diharapkan mampu segera beradaptasi dan melanjutkan program yang telah berjalan.
“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
Mutasi Polri terbaru ini menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus memperkuat struktur kepemimpinan Polri dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.










