Karhutla di Kalbar Belum Padam, 31 Titik Api Terdeteksi hingga Hari Ini

Karhutla di Kalbar Belum Padam, 31 Titik Api Terdeteksi hingga Hari Ini

Berita Utama | inews | Rabu, 2 September 2026 - 16:22
share

JAKARTA, iNews.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat (Kalbar). BNPB mencatat luas lahan yang terbakar mencapai 511,27 hektare, dengan 135,85 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menuturkan, masih terdapat 31 titik api yang terdeteksi di Kalbar.

"Luas terbakar diperkirakan 511,27 hektare lebih dan yang berhasil dipadamkan 135,85 ha lebih," ujar Berton dalam konferensi pers, Rabu (2/9/2026).

Dia menambahkan, kondisi karhutla turut berdampak terhadap kualitas udara di Kalbar. BNPB menyebut kualitas udara di wilayah tersebut masuk kategori berbahaya, sementara jarak pandang hanya sekitar 1 kilometer (km).

"Kualitas udara di sana tergolong berbahaya," kata dia.

BNPB bersama Satgas Darat dan Satgas Udara masih melakukan operasi pemadaman untuk mengendalikan karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui operasi darat, pengerahan helikopter water bombing, hingga operasi modifikasi cuaca (OMC).

Namun, pelaksanaan OMC belum memberikan hasil maksimal karena minimnya bibit awan yang dapat disemai untuk menghasilkan hujan.

"Hasil akhir dari penyemaian (OMC) kurang maksimal, tidak ada hujan yang terjadi karena memang tipisnya dan minimnya bibit awan," ucapnya. 

Saat ini, operasi darat diprioritaskan di 25 lokasi yang tersebar di delapan kabupaten/kota. Sementara itu, operasi udara kembali dilakukan dengan mengerahkan empat helikopter water bombing di Kabupaten Mempawah, Ketapang, dan Kubu Raya.

Kabut asap akibat karhutla juga mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar. BNPB menyebut kegiatan belajar anak-anak sekolah untuk sementara tetap dilakukan dari rumah.

"Kegiatan belajar mengajar anak sekolah tetap dilakukan di rumah," tuturnya.

Topik Menarik