Anggota DPRD DKI Kawal Modifikasi Cuaca Jabodetabek, 1 Ton Garam Disemai Picu Hujan

Anggota DPRD DKI Kawal Modifikasi Cuaca Jabodetabek, 1 Ton Garam Disemai Picu Hujan

Berita Utama | inews | Minggu, 27 September 2026 - 06:55
share

JAKARTA, iNews.id - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kekeringan dan polusi udara di Jabodetabek memasuki hari terakhir, Jumat (25/9/2026). Sebanyak 1 ton natrium klorida (NaCl) atau garam halus disiapkan untuk disemai ke awan dari Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta Hardiyanto Kenneth mengawal langsung pelaksanaan OMC yang digelar bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tersebut.

Kenneth mengatakan pengawasan perlu dilakukan karena kegiatan OMC menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

"Sebagai Anggota Dewan, tentunya saya wajib mengawal kegiatan ini karena OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta yang dihimpun dari skema uang rakyat. Kita harus kawal dan pastikan pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya," kata Kent dalam keterangannya, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Saat peninjauan di lapangan, Kenneth mengecek langsung persiapan bahan semai yang akan digunakan dalam operasi. Berbeda dari sebelumnya yang menggunakan NaCl cair, pada operasi kali ini petugas membawa NaCl berbentuk bubuk sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton.

"Jika sebelumnya menggunakan NaCl liquid, hari ini yang dibawa adalah NaCl powder sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton. Harapan kami hasilnya bisa maksimal sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta," ungkapnya.

OMC di langit Jabodetabek telah dilakukan sejak 18 September 2026. Penyemaian awan pada 25 September menjadi pelaksanaan terakhir karena pertumbuhan awan diprediksi semakin rendah mulai akhir pekan.

"Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat," imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan OMC pada 18-25 September 2026 memiliki tiga tujuan utama.

Pertama, menurunkan polusi udara. Kedua, mengupayakan turunnya hujan di wilayah DKI Jakarta. Ketiga, meningkatkan ketersediaan air baku PAM Jaya.

"Jadi operasi modifikasi cuaca ini tujuannya adalah untuk menurunkan polusi, mengupayakan turunnya hujan dan meningkatkan kebutuhan air baku PAM Jaya," ucap Maruli.

Maruli memprediksi dampak OMC berupa hujan dapat terlihat dalam beberapa hari ke depan. Namun, hujan diperkirakan tidak turun merata di seluruh wilayah Jakarta.

Menurutnya, hujan berpotensi lebih banyak turun di wilayah perbatasan Jakarta, seperti Bogor dan Depok. Untuk wilayah Jakarta, hujan diperkirakan lebih berpeluang terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

"Hasil modifikasi cuaca kemungkinan bisa terlihat dalam waktu dekat, tapi hujan akan turun lebih banyak di perbatasan. Kalau di wilayah Jakarta mungkin di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," tutup Maruli.

Topik Menarik