DPR Cecar Ditjen Pas soal Hanya Nama Ferdy Sambo yang Disebut dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong: Ada Apa Ini?

DPR Cecar Ditjen Pas soal Hanya Nama Ferdy Sambo yang Disebut dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong: Ada Apa Ini?

Berita Utama | inews | Senin, 28 September 2026 - 16:15
share

JAKARTA, iNews.id - Komisi XIII DPR RI mempertanyakan alasan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) mencantumkan nama Ferdy Sambo secara khusus dalam paparan terkait pemeriksaan warga binaan dalam polemik bangunan mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong.

Anggota Komisi XIII DPR RI Tonny Tesar mengaku heran karena hanya nama mantan perwira Polri itu yang ditampilkan secara spesifik. Padahal, ada 55 warga binaan yang diperiksa.

"Pertanyaan saya, kenapa ada nama Ferdy Sambo dalam pemeriksaan ini? Apakah termasuk warga yang sudah masuk ke kategori SAE atau ada hal lain sampai dikhususkan ditulis nama Ferdy Sambo yang dilakukan pemeriksaan? Yang lain tidak. Ada apa ini? Sehingga bisa ditulis atas nama Ferdy Sambo," tanya Tonny dalam rapat bersama Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Tonny kemudian meminta Direktur Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Mashudi menjelaskan alasan nama Sambo dicantumkan dalam paparan tersebut.

Sorotan serupa disampaikan Anggota Komisi XIII DPR RI Rieke Diah Pitaloka. Dia juga mempertanyakan alasan hanya nama Sambo yang disebut dalam materi Ditjen Pas.

Rieke meminta seluruh warga binaan yang diperiksa ikut dicantumkan jika memang ada dasar untuk menampilkan identitas tertentu.

"Kenapa hanya Ferdi Sambo yang disebutkan? Kenapa 21 yang ke asimilasi dan punya 33 kasus Tipikor tidak ditulis? Tulis, Pak, semuanya," ujarnya.

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya turut meminta penjelasan mengenai pencantuman nama Sambo dalam paparan Ditjen Pas.

Willy menyoroti penyebutan satu warga binaan secara spesifik, sementara pemeriksaan juga mencakup 21 warga binaan yang menjalani asimilasi dan 33 warga binaan perkara tindak pidana korupsi (tipikor).

"Nah, ini, jadi kami ingin straight to the point. Kami ingin mendengarkan penjelasan-penjelasan yang ditanya oleh teman-teman," kata Willy.

Topik Menarik