Geger! AS Mulai Turun Tangan Pantau Dugaan Wabah Pes Rusia
WASHINGTON, iNews.id — Dugaan wabah pes di Rusia kini mulai mendapat perhatian Amerika Serikat. Pemerintah AS memastikan tengah memantau laporan mengenai kasus dugaan 'pneumonic plague' atau pes paru yang menyebabkan seorang pekerja laboratorium di wilayah Irkutsk, Siberia, meninggal dunia.
Pemantauan tersebut dilakukan bersama Centers for Disease Control and Prevention (CDC) serta sejumlah mitra antarinstansi pemerintah AS. Langkah ini diambil di tengah laporan mengenai seorang perempuan berusia 28 tahun yang bekerja di Institut Riset Antipes Irkutsk dan meninggal setelah mengalami pneumonia berat.
"Kami mengetahui laporan mengenai kasus fatal dugaan pes paru di Oblast Irkutsk, Rusia. Kami memantau situasi ini secara ketat bersama CDC dan mitra antarinstansi lainnya," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip RFE/RL, Senin (5/10/2026).
Departemen Luar Negeri AS juga mendorong otoritas Rusia untuk segera menyampaikan informasi yang akurat dan terbuka mengenai perkembangan kasus tersebut. Hal ini dinilai penting mengingat pes paru merupakan bentuk pes yang dapat menular antarmanusia melalui droplet pernapasan dalam kontak dekat.
Selain Departemen Luar Negeri, Gedung Putih juga dilaporkan ikut memantau perkembangan situasi. Pemerintahan Presiden Donald Trump disebut telah mengetahui laporan dugaan kasus tersebut dan tengah menilai berbagai kemungkinan langkah yang dapat diambil.
Kasus Bermula dari Kematian Pekerja Laboratorium
Perhatian terhadap kasus ini mencuat setelah Daria Shipilova, pekerja laboratorium berusia 28 tahun di Institut Riset Antipes Irkutsk, meninggal dunia pada 2 Oktober 2026.
Shipilova sebelumnya dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit sejak 29 September setelah mengalami pneumonia berat. Ia kemudian meninggal sekitar tiga hari setelah dirawat.
Sejumlah laporan media Rusia menyebut Shipilova diduga mengalami paparan bakteri penyebab pes setelah terjadi insiden di laboratorium pada 25 September. Dalam insiden tersebut, sebuah tabung reaksi disebut pecah ketika dirinya sedang mengambil sampel.
Namun, informasi mengenai dugaan paparan bakteri tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas kesehatan Rusia.
Badan pengawas kesehatan konsumen Rusia, Rospotrebnadzor, menyatakan diagnosis yang diberikan kepada Shipilova adalah pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui. Pemeriksaan lebih lanjut, menurut badan tersebut, tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan aktivitas profesional pasien.
Rospotrebnadzor juga menyatakan tidak ada kecelakaan yang melibatkan mikroorganisme patogen tercatat di institut tersebut dan situasi epidemiologi di wilayah Irkutsk dinilai stabil.
200 Orang Tengah Dipantau
Meski penyebab penyakit belum dipastikan sebagai pes, otoritas Rusia dilaporkan mengambil sejumlah langkah pencegahan. Hampir 200 orang yang dianggap memiliki kontak dengan kasus tersebut ditempatkan dalam pemantauan medis.
Sejauh ini, orang-orang yang berada dalam pengawasan dilaporkan tidak menunjukkan gejala dan hasil pemeriksaan mereka disebut negatif.
Situasi tersebut membuat dugaan kasus pes di Irkutsk menjadi perhatian internasional. Terlebih, pes paru merupakan salah satu bentuk penyakit pes yang dapat berkembang cepat dan berpotensi menular melalui saluran pernapasan.
Meski demikian, sampai saat ini belum ada konfirmasi resmi bahwa Rusia sedang mengalami wabah pes. Amerika Serikat pun baru menyatakan memantau laporan mengenai dugaan kasus fatal pes paru, bukan mengonfirmasi adanya wabah.
Keterlibatan CDC juga menunjukkan bahwa perkembangan kasus tersebut dipantau dari sisi kesehatan masyarakat dan potensi risiko penularan. Namun, AS belum mengumumkan pembatasan perjalanan baru terkait kasus ini.










